Ilustrasi pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole yang membuat pasar kripto menguat. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga emas dunia dan logam mulia dalam beberapa hari terakhir terlihat fluktuatif alias naik-turun, namun cenderung dalam kenaikan yang menguat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, apa sebenarnya yang mendorong harga emas kembali bergerak naik.
Kenaikan harga emas ini tidak terjadi tanpa sebab. Rupanya ada beberapa faktor besar dari luar negeri yang memengaruhi pergerakan emas, mulai dari kondisi ekonomi Amerika Serikat hingga memanasnya konflik di berbagai wilayah dunia.
Pengamat Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu pemicu utama adalah data pengangguran di Amerika Serikat yang dirilis belum lama ini. "Rilis pengangguran di Amerika yang kemarin pengangguran cukup luar biasa di bulan Oktober 2025. Kemudian bisa saja tenaga kerja ini pun juga akan terus mengalami penurunan," ujarnya dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Minggu (14/12).
Menurut Ibrahim, melemahnya tenaga kerja membuka peluang Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga. Bahkan, besar kemungkinan pada Januari 2026, The Fed akan kembali membahas penurunan suku bunga.
Ia menambahkan, faktor lain yang turut memengaruhi adalah rencana pergantian pimpinan Bank Sentral Amerika pada April atau Mei 2026. "Artinya apa? Kekuatan Powell di awal-awal tahun kemungkinan pudar kemungkinan akan mengikuti apa yang diinginkan oleh pemerintahan Trump," jelasnya.
Dia juga menyampaikan, jika suku bunga benar-benar kembali diturunkan, maka emas biasanya akan diuntungkan. Meskipun sebelumnya disebut bahwa penurunan suku bunga hanya sekali di 2026, namun dengan adanya perubahan kepemimpinan, penurunan bisa terjadi lebih dari satu kali.
Selain faktor ekonomi, kenaikan harga emas juga dipicu oleh kondisi geopolitik yang memanas. Ibrahim menyebut ketegangan terjadi di banyak kawasan, seperti Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Asia Timur antara Tiongkok dan Taiwan.
Di Timur Tengah, situasi semakin panas setelah muncul laporan bahwa Israel tengah bersiap melakukan serangan besar terhadap Iran. Menurut Ibrahim, potensi perang di Timur Tengah akan berdampak besar pada pasokan minyak dunia.
"Sehingga apa? Sehingga kalau seandainya terjadi perang antara Israel dan Iran ini akan merembet ke negara-negara tetangganya. Salah satunya adalah Irak, kemudian Syria, Lebanon, kemudian bisa saja di sini adalah Palestina, Hamas, dan Houthi, Yaman," ujar Ibrahim.
"Nah, ini yang membuat situasi kemarin itu sempat mengalami kenaikan terhadap harga emas dunia pada saat perdagangan di hari Jumat lalu," pungkasnya.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
