
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa datang ke Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal IV 2025. Yang mana diperkirakan mencapai 5,5 persen. Didorong oleh langkah pemerintah dalam menginjeksi likuiditas ke sistem perbankan dan percepatan belanja negara.
Pemerintah menempatkan dana di sejumlah bank pada akhir September 2025 lalu. Terbaru, Purbaya membuka opsi tambahan likuiditas ke Bank Pembangunan Daerah (BPD).
"Saya sempat ke daerah Jawa Timur maupun ketemu dengan Gubernur DKI Jakarta (Pramono Anung). Saya tanya bisa nggak BPD menyalurkan injeksi dana pemerintah juga? Mereka bilang bisa. Jadi Jawa Timur sama DKI Jakarta yang sudah saya bicara ya," bebernya dalam media briefing, Jumat (10/10).
Dia menegaskan, penempatan dana akan dilakukan secara hati-hati. Selain itu, juga lebih dulu berdiskusi mengenai kesiapan dan kebutuhan (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk) maupun PT Bank DKI (Bank Jakarta).
Sebab, jangan sampai ada keraguan dalam menyalurkan kredit setelah menerima tambahan dana murah pemerintah itu. "Kalau saya kasih uang dengan bunga rendah dibanding pasar harusnya mereka positif. Bisa mereka channel dengan tepat ke yang lain ataupun ke UMKM di daerah-daerah tersebut," ujar mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu.
Mengenai permintaan dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB), Purbaya menyatakan belum ada pembicaraan. Yang jelas, dia akan menempatkan dananya di tempat yang betul-betul bersih.
"Kalau yang ada kasus saya tunda dulu," tegasnya.
Peningkatan likuiditas juga tercermin dari pertumbuhan uang primer (base money) atau M0. Data Bank Indonesia menunjukkan, pada September 2025, M0 tumbuh 18,6 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 2.152,4 triliun. Meningkat tajam dari bulan sebelumnya yang hanya 7,3 persen YoY.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 37 persen YoY dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,5 persen YoY. Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
"Saya sudah menggelontorkan uang ke sistem perekonomian di September akhir. Base money atau uang primer sudah tumbuh yang saya anggap bisa mendorong ekonomi. Biasanya nggak lama juga kredit akan tumbuh," terang Purbaya.
Dengan demikian, Kemenkeu bakal terus memanasi dua mesin pertumbuhan ekonomi. Dari fiskal, percepatan belanja negara dan sektor swasta melalui pertumbuhan kredit sebagai sumber pertumbuhan utama.
"Saya akan pastikan pemerintahan dan lembaga menyerap tepat waktu. Saya sudah ancam. Kalau akhir Oktober ini, saya analisa, mereka nggak bisa serap, saya ambil uangnya lagi. Saya sebar ke program-program yang lebih siap. Jadi belanja pemerintahnya lebih kuat dibanding 3 bulan sebelumnya," jelas alumnus Purdue University itu.
Dengan peningkatan belanja pemerintah, pertumbuhan kredit, dan meningkatnya belanja masyarakat, Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi di kuartal IV bisa di atas target 5,5 persen. Jika ini terjadi, maka merupakan sinyal awal dari pembalikan arah ekonomi. Langkah pertama memasuki era pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.
Kemenkeu akan terus memonitor sirkulasi uang dan efektivitas belanja di sistem perekonomian. Selain itu juga berupaya mengatasi hambatan-hambatan yang ada. "Jadi, 2026 pasti akan lebih cerah dibandingkan dengan 2025," tandas Purbaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022