
Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie (paling kiri), Selasa (26/8). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Preferensi nasabah cenderung memilih produk tradisional di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Karena dinilai sebagai solusi proteksi yang lebih stabil. Tercermin dari meningkatnya permintaan terhadap produk asuransi tradisional dibandingkan dengan unitlink.
"Harus diakui memang tren produk tradisional meningkat saat ini. Berbanding terbalik dengan produk unitlink," ujar Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie dalam peluncuran logo baru Great Eastern di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (26/8).
Menurut dia, dalam situasi ekonomi yang tidak stabil, masyarakat cenderung mencari perlindungan finansial yang pasti. Serta sesuai dengan profil risiko mereka. Nah, produk asuransi tradisional dinilai mampu memberikan kepastian proteksi.
Salah satunya, produk asuransi warisan. Yang mana dapat menjaga nilai warisan dan menjadikannya relevan untuk kebutuhan jangka panjang.
"Produk tradisional bisa menyesuaikan kebutuhan nasabah. Selain memastikan warisan tetap terjaga, nilainya akan meningkat, dan menjadi relevan nantinya karena di dalam produk tradisional ada proteksi," jelas Roy.
Melalui Great Legacy Assurance, Great Eastern Life Indonesia (GELI) menyasar segmen affluent yang membutuhkan perlindungan nilai aset. Serta perencanaan warisan jangka panjang. Sejak diluncurkan 7 Maret 2025, produk tradisional dwiguna itu telah mencatat perolehan premi sebesar Rp 14 miliar.
"Dengan nilai uang pertanggungan mencapai sekitar Rp 200 miliar. Animonya cukup baik, bahkan produk ini langsung masuk dalam jajaran top 10 produk OCBC," terangnya.
Roy menyebut, pencapaian ini menjadi bukti bahwa nasabah semakin mengutamakan peace of mind dalam memilih produk asuransi. Walaupun tetap ada ekspektasi sesuai produknya masing-masing.
Selain mengandalkan penjualan melalui kanal bancassurance OCBC, Great Eastern Life Indonesia juga melakukan strategi pemasaran yang komprehensif. Termasuk aktivasi dan big event tahunan yang akan digelar September 2025 mendatang.
"Karena seringkali yang dipikirkan itu, belinya gampang, klaimnya susah. Kalau di Great Eastern, itu kami mencoba untuk customer journey-nya pun, itu kita buat simpel," kata Roy.
Dia meyakini kontribusi produk Great Legacy Assurance terhadap total portofolio akan terus meningkat. Meski saat ini porsinya masing single digit. Meski demikian, pentingnya keseimbangan portofolio produk demi menjaga keberlanjutan bisnis.
Sementara itu, Great Eastern General Insurance Indonesia menggenjot penjualan produk asuransi umum ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Yang dinilai memiliki potensi besar, tapi juga menghadapi risiko tinggi.
"Kenapa UMKM? Kita tahu bahwa UMKM memiliki profil risiko yang tinggi. Hanya saja, asuransi tidak bisa melihat bahwa risiko yang tinggi kemudian ditolak. Karena di situ pentingnya asuransi," ujar Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Cong Chun Ling.
Apalagi, mayoritas pelaku usaha di Indonesia berada pada level UMKM. Dalam industri asuransi, keputusan underwriting biasanya mempertimbangkan probabilitas risiko. Namun demikian, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk menolak segmen UMKM.
Justru, dengan pendekatan riset dan kajian yang tepat, potensi pasar ini dinilai sangat menjanjikan. Dengan memberikan perlindungan terhadap risiko utama kebakaran, ledakan, banjir, angin ribut, kerusuhan, hingga gempa bumi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022