Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 21.47 WIB

7 Alasan Emas Layak Jadi Pilihan Utama sebagai Gudang Kekayaan Jangka Panjang yang Tahan Krisis Global

Ilustrasi investasi emas (Freepik) - Image

Ilustrasi investasi emas (Freepik)

JawaPos.com – Emas terbukti menjadi salah satu aset paling stabil yang mampu mempertahankan nilai bahkan saat kondisi ekonomi global terguncang.

Simpanan kekayaan merupakan aset bernilai yang dapat menjaga daya beli dalam jangka panjang dan diwariskan lintas generasi.

Memahami manfaat dan resikonya membantu mengambil keputusan yang tepat dalam membangun pondasi keuangan yang kuat.

Berikut 7 alasan emas layak jadi pilihan utama sebagai gudang kekayaan jangka panjang yang tahan krisis global dilansir dari laman Bleyer Bullion, Kamis (7/8):

1. Nilai Stabil Saat Krisis Ekonomi

Emas mempertahankan daya beli ketika pasar mengalami gejolak. Saat perang, resesi, atau inflasi tinggi, logam mulia ini sering dicari sebagai tempat perlindungan aset.

Harga emas cenderung naik ketika nilai mata uang menurun. Contohnya, saat krisis keuangan global 2008, harga emas melonjak hingga lebih dari 200% dalam beberapa tahun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kamis, 7 Agustus 2025: Turun lagi Rp 7.000 jadi Rp 1.943.000 per Gram

2. Aset Fisik yang Bebas Risiko Digital

Emas fisik tidak bergantung pada jaringan digital atau lembaga keuangan. Berbeda dari saham atau kripto, emas tidak memerlukan akun khusus untuk dimiliki.

Risiko peretasan, kegagalan sistem, atau pembatasan akses finansial tidak berlaku pada emas fisik. Simpan di brankas rumah dengan asuransi atau gunakan layanan penyimpanan profesional bersertifikat.

3. Diakui Global dan Mudah Diuangkan

Emas dapat dijual hampir di seluruh negara dengan nilai tukar yang jelas. Berbeda dari properti atau aset lokal lain, emas bersifat portabel dan diterima luas.

Investasi ini sangat cocok bagi yang ingin mobilitas keuangan tinggi lintas negara. Harga 1 gram emas per Agustus 2025 berkisar Rp1.180.000 atau sekitar USD 76.

4. Perlindungan dari Inflasi Berkelanjutan

Inflasi membuat uang kertas kehilangan nilai seiring waktu. Emas justru cenderung naik saat inflasi meningkat karena keterbatasan pasokan dan permintaan tetap tinggi.

Sejak tahun 2000, nilai emas telah tumbuh lebih dari 500% dalam 25 tahun terakhir. Investasi emas jangka panjang terbukti menjaga nilai kekayaan terhadap kenaikan harga barang.

5. Bebas Pajak di Beberapa Negara

Di Inggris, emas batangan dengan standar investasi bebas dari PPN dan Pajak Keuntungan Modal. Hal ini menjadikan emas lebih efisien dibanding instrumen keuangan lain yang dikenai pajak.

Pilih koin legal seperti Gold Britannia's atau Sovereigns untuk keuntungan maksimal. Di Indonesia, perhatikan peraturan pajak terbaru yang bisa berubah setiap tahun fiskal.

6. Bisa Diwariskan Tanpa Proses Rumit

Emas dapat dialihkan ke generasi berikutnya tanpa perlu notaris atau dokumen rumit. Aset ini tidak memerlukan konversi digital dan mudah dibagi secara fisik.

Kemas dalam bentuk koin atau batangan untuk memudahkan proses pewarisan. Nilainya juga cenderung naik sehingga menjadi warisan yang tetap berharga.

7. Tidak Memberi Imbal Hasil, Tapi Aman

Emas tidak memberikan bunga atau dividen seperti deposito atau obligasi. Namun, kelebihannya terletak pada perlindungan nilai, bukan pendapatan rutin.

Harga bisa naik atau turun dalam jangka pendek, namun tren jangka panjang menunjukkan pertumbuhan. Gunakan emas sebagai bagian dari portofolio yang seimbang, bukan satu-satunya aset.

Investasi emas tetap menjadi pilihan strategis dalam menjaga kekayaan dari risiko ekonomi jangka panjang.
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore