
Perhiasan emas dengan karakter anime populer seperti Dragon Ball, Doraemon, hingga Shin Chan di toko emas Shenzen, Tiongkok. (Kyodo)
JawaPos.com – Perhiasan emas bertema karakter anime dan gim Jepang tengah menjadi tren baru di kalangan perempuan muda China. Produk yang dikenal dengan sebutan "tongjin" itu bahkan dijual hingga dua sampai tiga kali lebih mahal dibanding perhiasan emas biasa.
Meski ukurannya hanya sebesar biji kacang dan umumnya dijadikan aksesori gelang, permintaan terhadap produk tersebut terus meningkat. Daya tarik utamanya bukan pada nilai emas semata, melainkan kedekatan emosional dengan karakter favorit para penggemar.
Seperti dilansir Kyodo, Senin (8/6), tren tongjin merupakan perpaduan unik antara budaya koleksi penggemar anime Jepang dan tradisi masyarakat China yang menganggap emas sebagai simbol kemakmuran serta investasi.
Di sebuah pusat perbelanjaan besar di Guangzhou, jaringan toko perhiasan Chow Sang Sang menjual tongjin bertema Hello Kitty melalui kerja sama resmi dengan Sanrio. Salah satu produknya berupa gelang emas murni sekitar 0,5 gram dijual seharga 2.370 yuan atau sekitar Rp 5,4 juta.
Tak jauh dari sana, pesaingnya, Chow Tai Fook, menawarkan tongjin berlisensi resmi dari karakter populer Chiikawa. Menjelang libur Tahun Baru Imlek awal tahun ini, stok produk tersebut bahkan sempat habis akibat tingginya permintaan.
"Emas nilainya tetap terjaga, itu yang membuat tongjin menarik. Saat pekerjaan membuat stres, melihatnya bisa membantu saya lebih tenang," ujar seorang pekerja kantoran berusia 30-an tahun yang rutin mengenakan tongjin karakter Disney, LinaBell.
Perhiasan emas berbentuk Ultraman di Shenzen, Tiongkok. (Kyodo)
Istilah tongjin berasal dari kata "tong" yang dalam bahasa gaul China merujuk pada aktivitas penggemar yang dianggap berlebihan atau memalukan oleh orang lain. Sementara "jin" berarti emas.
Fenomena ini juga memiliki kemiripan dengan budaya otaku di Jepang. Di Negeri Sakura dikenal istilah itasha untuk mobil yang dihiasi karakter anime serta itabag untuk tas yang dipenuhi pin dan aksesori karakter favorit.
Namun di balik popularitasnya, tren tersebut juga memunculkan persoalan hak cipta. Di pasar emas Shuibei, Shenzhen, yang merupakan salah satu pusat perdagangan emas terbesar di China, banyak toko menjual tongjin bergambar karakter populer Jepang seperti Crayon Shin-chan dan Ultraman dengan kualitas yang dinilai rendah.
Sejumlah produk diduga merupakan barang tiruan tanpa izin pemegang hak cipta. Bahkan seorang pemilik toko mengakui sebagian besar tongjin yang beredar di pasar tersebut kemungkinan diproduksi tanpa lisensi resmi, meski tetap laris diburu penggemar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022