Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 16.20 WIB

Demam Emas Karakter Anime di Tiongkok, Harga Gelang Bisa Naik 3 Kali Lipat

Perhiasan emas dengan karakter anime populer seperti Dragon Ball, Doraemon, hingga Shin Chan di toko emas Shenzen, Tiongkok. (Kyodo) - Image

Perhiasan emas dengan karakter anime populer seperti Dragon Ball, Doraemon, hingga Shin Chan di toko emas Shenzen, Tiongkok. (Kyodo)

JawaPos.com – Perhiasan emas bertema karakter anime dan gim Jepang tengah menjadi tren baru di kalangan perempuan muda China. Produk yang dikenal dengan sebutan "tongjin" itu bahkan dijual hingga dua sampai tiga kali lebih mahal dibanding perhiasan emas biasa.

Meski ukurannya hanya sebesar biji kacang dan umumnya dijadikan aksesori gelang, permintaan terhadap produk tersebut terus meningkat. Daya tarik utamanya bukan pada nilai emas semata, melainkan kedekatan emosional dengan karakter favorit para penggemar.

Seperti dilansir Kyodo, Senin (8/6), tren tongjin merupakan perpaduan unik antara budaya koleksi penggemar anime Jepang dan tradisi masyarakat China yang menganggap emas sebagai simbol kemakmuran serta investasi.

Di sebuah pusat perbelanjaan besar di Guangzhou, jaringan toko perhiasan Chow Sang Sang menjual tongjin bertema Hello Kitty melalui kerja sama resmi dengan Sanrio. Salah satu produknya berupa gelang emas murni sekitar 0,5 gram dijual seharga 2.370 yuan atau sekitar Rp 5,4 juta.

Tak jauh dari sana, pesaingnya, Chow Tai Fook, menawarkan tongjin berlisensi resmi dari karakter populer Chiikawa. Menjelang libur Tahun Baru Imlek awal tahun ini, stok produk tersebut bahkan sempat habis akibat tingginya permintaan.

"Emas nilainya tetap terjaga, itu yang membuat tongjin menarik. Saat pekerjaan membuat stres, melihatnya bisa membantu saya lebih tenang," ujar seorang pekerja kantoran berusia 30-an tahun yang rutin mengenakan tongjin karakter Disney, LinaBell.

Perhiasan emas berbentuk Ultraman di Shenzen, Tiongkok. (Kyodo)

Istilah tongjin berasal dari kata "tong" yang dalam bahasa gaul China merujuk pada aktivitas penggemar yang dianggap berlebihan atau memalukan oleh orang lain. Sementara "jin" berarti emas.

Fenomena ini juga memiliki kemiripan dengan budaya otaku di Jepang. Di Negeri Sakura dikenal istilah itasha untuk mobil yang dihiasi karakter anime serta itabag untuk tas yang dipenuhi pin dan aksesori karakter favorit.

Namun di balik popularitasnya, tren tersebut juga memunculkan persoalan hak cipta. Di pasar emas Shuibei, Shenzhen, yang merupakan salah satu pusat perdagangan emas terbesar di China, banyak toko menjual tongjin bergambar karakter populer Jepang seperti Crayon Shin-chan dan Ultraman dengan kualitas yang dinilai rendah.

Sejumlah produk diduga merupakan barang tiruan tanpa izin pemegang hak cipta. Bahkan seorang pemilik toko mengakui sebagian besar tongjin yang beredar di pasar tersebut kemungkinan diproduksi tanpa lisensi resmi, meski tetap laris diburu penggemar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore