
Warga berolahraga Padel di Jakarta, Minggu (13/07/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Padel menjadi salah satu jenis olah raga yang tengah populer di masyarakat, utamanya kalangan kaum urban Indonesia. Tak hanya mudah dimainkan, padel juga menjadi sarana rekreasi atau hiburan. Tak heran dalam beberapa waktu terakhir, padel menjadi bagian dari gaya hidup baru, terutama di kalangan urban dan profesional muda.
Fenomena ini kemudian membuka peluang baru di sektor bisnis olah raga dan gaya hidup (lifestyle). Kini, lapangan-lapangan padel mulai bermunculan di kawasan perumahan menengah hingga area komersial.
Banyak pelaku usaha mulai tertarik menjajal bisnis lapangan padel, melihat potensi market yang saat ini sedang berkembang. Akan tetapi, sebagaimana bisnis lainnya, keberhasilan usaha ini tidak hanya ditentukan oleh tren dan antusiasme pasar. Dibutuhkan perencanaan matang, pengelolaan operasional cermat mulai dari pemilihan lokasi dan legalitas lahan, kontrak sewa, hingga risiko kerusakan akibat bencana alam.
Melihat tren tersebut, Direktur Marketing MPMInsurance Poppy Panca mengatakan, pihaknya melihat pertumbuhan bisnis lapangan padel ini sebagai peluang positif. Namun, pelaku usaha, kata dia, juga perlu menyadari bahwa di balik peluang selalu ada risiko yang perlu dikelola.
"Perlindungan bisnis sedini mungkin adalah langkah yang bijak, jangan tunggu sampai menghadapi risiko dulu baru kita mencari perlindungan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/7).
Sebagai anak usaha dari MPM Group, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance) menyediakan berbagai proteksi, mulai dari asuransi kecelakaan diri, asuransi harta benda, sampai asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga. Poppy menjelaskan, dalam konteks pengelolaan lapangan padel atau fasilitas olah raga lainnya, terdapat berbagai jenis risiko yang harus diantisipasi sejak awal.
Misalnya, kerusakan fisik bangunan akibat kebakaran, banjir, atau angin topan, hingga cedera pemain ataupun munculnya klaim tanggung jawab hukum pihak ketiga terhadap pemilih usaha. Di sisi lain, gangguan operasional seperti kerusakan atau bahkan pencurian alat olah raga juga menjadi tantangan.
"Semua ini, jika tidak dipersiapkan dengan proteksi yang memadai, bisa berdampak langsung terhadap kelangsungan bisnis," kata Poppy. "Kami ingin para pelaku usaha bisa mendapatkan informasi dengan baik dan dapat mengambil keputusan lebih cepat," imbuhnya.
Sebagai informasi, MPMInsurance telah membuktikan reputasinya melalui sejumlah pencapaian penting seperti rating A+ dari lembaga pemeringkat
internasional Fitch Ratings, penghargaan sebagai Cedant Terbaik dalam Pertumbuhan Premi Sesi Tahun 2024 di ajang MAIPARK Award 2025 atas peran dan dukungannya dalam program Indonesia Tangguh Bencana, dan meraih predikat 'Sangat Bagus' dari Infobank untuk kelompok perusahaan asuransi umum dengan modal sendiri Rp500 miliar hingga Rp1 triliun, berkat kinerja keuangan dan tata kelola yang solid sepanjang tahun 2024 dan konsisten selama 10 tahun berturut-turut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
