Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 04.45 WIB

Surabaya semakin Dilirik Brand Fashion Mewah Dunia, Buka Store Premium di Tunjungan Plaza

Daisuke Oya sedang melakukan autentifikasi pada sebuah tas Goyard Anjou. (Istimewa) - Image

Daisuke Oya sedang melakukan autentifikasi pada sebuah tas Goyard Anjou. (Istimewa)

JawaPos.com-Surabaya tak lagi hanya menjadi kota industri dan perdagangan. Dalam beberapa tahun terakhir, denyut gaya hidup kelas atas di kota ini terasa semakin kuat. Hal itu ditandai dengan hadirnya berbagai brand global, meningkatnya minat terhadap produk luxury, hingga munculnya layanan premium yang sebelumnya identik dengan Jakarta atau kota-kota besar dunia.

Fenomena itu se dengan ekspansi ALLU yang merupakan platform luxury brand buyer asal Jepang. “Kami melihat ketertarikan besar dari pasar Surabaya,” ujar Daisuke Oya, Product Specialist ALLU dari Jepang. Store ketiganya di kota ini berlokasi di Tunjungan Plaza 6, tepatnya di Pakuwon Tower lantai 19, hadir sebagai ruang privat bagi pemilik luxury goods yang ingin mencairkan aset fashion mereka secara eksklusif.

Bagi mereka, Surabaya bukan pasar baru. “Respons sejak 2021 sangat positif. Hal ini menjadi sinyal bahwa Surabaya kini tidak hanya menjadi pasar konsumtif, tetapi juga bagian dari ekosistem luxury lifestyle yang semakin matang," ucap dia.

Salah satu daya tarik utama ALLU adalah fleksibilitasnya. “Kami menerima barang dalam kondisi apa pun. Tas tanpa kotak, jam tangan dengan goresan, hingga perhiasan tanpa struk pembelian tetap bisa diproses," urainya.

Di balik itu, ALLU menggunakan sistem lelang internal. “Harga mengikuti pasar karena banyak buyer yang bersaing,” kata Daisuke. Model ini membuat penawaran tetap kompetitif dan transparan bagi pelanggan.

Namun lebih dari sekadar transaksi, yang dijual ALLU sebenarnya adalah pengalaman. “Privasi pelanggan sangat kami jaga. Setiap proses dilakukan secara personal di ruang khusus, tanpa interaksi dengan pelanggan lain," terang dia.

Menariknya, layanan ini juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap barang mewah. Jika dulu tas atau jam tangan identik dengan konsumsi, kini keduanya semakin dilihat sebagai aset yang bisa dicairkan kapan saja.

Nama ALLU sendiri sempat menjadi sorotan global setelah induk perusahaannya, Valuence Holdings Inc., memenangkan lelang di Sotheby’s Paris pada 2025 untuk tas Hermès Birkin pertama milik Jane Birkin dengan nilai mencapai Rp 163 miliar. “Itu menunjukkan kuatnya pasar luxury secara global,” kata Daisuke.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore