
ILUSTRASI. Sebanyak 25 peserta perusahaan pembiayaan mengikut gelaran Multifinance Day yang berlansung di Surabaya. (Frizal/Jawapos)
JawaPos.com - Pembiayaan kendaraan bermotor baru mendominasi portofolio perusahaan multifinance. Penyaluran sebagian besar masih di pulau Jawa. Meski demikian, peningkatan pembiayaan Papua Selatan naik signifikan.
"Total penyaluran kendaraan bermotor periode Mei 2025 meningkat 1,95 persen year-on-year (YoY) menjadi sebesar Rp 408,37 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, Rabu (23/7).
Pembiayaan kendaraan bermotor, lanjut dia, memiliki porsi 76,85 persen dari total penyaluran pembiayaan industri multifinance. Berdasarkan jenisnya, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor baru mencatat porsi terbesar. Diikuti kendaraan bermotor bekas dan kendaraan listrik.
Porsi pembiayaan kendaraan bermotor baru mencapai 44,07 persen dari total pembiayaan. Nilai outstanding piutang kendaraan baru tercatat Rp 234,18 triliun. Meskipun, jumlah tersebut mengalami kontraksi 0,24 persen secara tahunan.
Pembiayaan untuk kendaraan bermotor bekas menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Porsinya mencapai 22,12 persen dengan nilai outstanding piutang Rp117,55 triliun. Angka itu tumbuh double digit, yakni 10 persen secara tahunan.
Begitu pula, pembiayaan kendaraan listrik turut menunjukkan peningkatan. "Per Mei 2025 memiliki porsi sebesar 3,40 persen dengan nilai outstanding piutang meningkat 2,03 persen secara bulanan menjadi sebesar Rp 18,07 triliun," ucapnya.
Dari sisi geografis, Agusman menuturkan, pulau Jawa masih menjadi wilayah utama penyaluran pembiayaan. Dengan porsi sebesar 55,37 persen atau senilai Rp 294,23 triliun. Sementara itu, wilayah di luar Pulau Jawa menyumbang 44,63 persen dari total pembiayaan atau setara Rp 237,14 triliun.
Meski begitu, dia menilai potensi pertumbuhan di luar pulau Jawa sangat besar. Provinsi Papua Selatan mengalami peningkatan terbesar. Yaitu mencapai 92,42 persen YoY menjadi sebesar Rp 452,14 miliar.
"Potensi multifinance di luar pulau Jawa masih sangat besar. Terutama untuk mendorong inklusi keuangan dan pemerataan akses pembiayaan di daerah," ungkap Agusman.
Kontribusi PT Toyota Astra Financial Services (TAF) terhadap industri pembiayaan otomotif sekitar 13 persen. Presiden Direktur TAF Agus Prayitno melihat masih ada 87 persen pasar lain yang belum digarap. "Bagaimana caranya kita bisa memenangkan persaingan? Itu menjadi fokus utama kami," terang Agus saat ditanyai Jawa Pos.
Penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan agar tetap loyal. Jika terdapat pelanggan yang mengalami gangguan dalam melakukan pembayaran bulanan, TAF mengedepankan solusi bersama. Agar tidak gagal bayar.
Agus menjelaskan, perusahaan mulai masuk ke segmen mobil bekas (used car). Sejak Januari sampai Juni 2025, penjualan used car TAF mencapai 37.344 unit. Dengan membukukan nilai Rp 9 triliun.
"Dulu kontribusi dari mobil bekas sangat kecil. Ini jadi salah satu engine of growth kami di tahun ini," jelasnya.
Sampai Mei 2025, lanjut dia, kontribusi TAF sudah mencapai sekitar 6-7 persen. "Target kami hingga akhir tahun bisa mencapai 7-8 persen. Kami ingin bisa berada di atas rata-rata industri," tegas Agus.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
