Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 April 2023 | 15.48 WIB

APBN Cetak Surplus Rp 128,5 Triliun, Penerimaan Pajak Terkumpul Rp 432 T

Menkeu Sri Mulyani saat raker dengan komisi III DPR RI. - Image

Menkeu Sri Mulyani saat raker dengan komisi III DPR RI.

JawaPos.com – Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kembali mencatatkan surplus. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, APBN per April 2023 mencatat surplus Rp 128,5 triliun atau 0,61 persen PDB.

Ani, sapaan Menkeu, memerinci, surplus itu bersumber dari pendapatan negara Rp 647,2 triliun yang lebih besar daripada belanja negara yang mencapai Rp 518,7 triliun.

’’APBN pada Maret masih mencatatkan surplus ditopang kinerja belanja dalam tren yang baik dan pendapatan yang masih kuat,’’ ujarnya.

Dia melanjutkan, surplus itu tergolong cukup besar. Sebab, jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, surplus APBN hanya mencapai Rp 11,1 triliun atau 0,06 persen dari PDB.

Dari sisi belanja, realisasi Rp 518,7 triliun pada Maret tercatat tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 490,7 triliun. Menkeu menyebutkan, belanja pemerintah pusat telah terealisasi sebesar Rp 347,3 triliun (tumbuh 15,5 persen YoY) dan transfer ke daerah senilai Rp 171,4 triliun (minus 2,9 persen YoY).

’’Penurunan transfer ke daerah disebabkan persyaratan dana alokasi umum (DAU) yang sedang dilakukan pemerintah daerah,” imbuh bendahara negara tersebut.

Sementara itu, sisi pendapatan negara terbilang masih kuat karena tecermin dari peningkatan signifikan 29 persen (YoY). Yakni, dari Rp 501,8 triliun menjadi Rp 647,2 triliun.

Capaian itu berasal dari penerimaan perpajakan yang sebesar Rp 504,5 triliun atau melonjak 25,4 persen (YoY) serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 142,7 triliun atau naik 43,7 persen (YoY).

Penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 432,2 triliun atau 33,8 persen (YoY) serta kepabeanan dan cukai Rp 72,2 triliun atau turun 8,9 persen dibanding tahun lalu periode yang sama.

Untuk penerimaan pajak, Ani menyebutkan bahwa kinerja pada awal tahun ini terbilang baik. Hingga Maret 2023, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 432,25 triliun atau telah mencapai 25,16 persen dari target sebesar Rp 1.718 triliun. Angka itu naik 33,78 persen.

’’Ini cukup bagus karena tiga bulan dalam hal ini sesuai (target, Red),” imbuh mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu optimistis pada pertumbuhan ekonomi ke depan. Pada kuartal I 2023, Kemenkeu memproyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen.

Proyeksi itu didasarkan pada seluruh leading indikator yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat, terutama didominasi permintaan domestik yang sama kuatnya.

’’Dilihat dari inflasi juga berhasil dikelola dengan baik, terutama inflasi inti dan inflasi pangan. Pencapaian itu sangat penting menuju Lebaran,” imbuhnya. (dee/c12/dio)

KONDISI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA APRIL 2023

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore