Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Desember 2017 | 02.27 WIB

Fitch Ratings Menaikkan Peringkat Surat Utang Indonesia

Grafis daftar peringkat surat utang RI - Image

Grafis daftar peringkat surat utang RI

JawaPos.com - Fitch Ratings telah menaikkan peringkat surat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan prospek stabil. Peringkat itu merupakan satu level di atas ambang peringkat investment grade yang disematkan Fitch sejak Desember 2011.


Rating tersebut menunjukkan bahwa risiko gagal bayar utang RI semakin kecil. Di antara tiga lembaga rating yang paling dipercaya investor global, Fitch memang yang paling mula menyematkan rating investment grade sejak lembaga-lembaga itu mempretelinya pascakrisis ekonomi 1998.


Fitch memberikan rating investment grade pada Desember 2011. Moody’s menyusul tak lama kemudian. S&P adalah yang paling akhir menyematkan rating investment grade, yakni pada Mei 2017.


Dalam laporannya, Fitch menyatakan bahwa peningkatan peringkat tersebut didukung, antara lain, makroekonomi yang stabil, kebijakan pengelolaan utang yang disiplin, serta iklim usaha yang membaik.


Perbaikan iklim usaha yang ditunjukkan adalah peningkatan ranking kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB).


Indonesia dinilai mampu mendorong peningkatan investasi langsung yang membantu perbaikan sisi eksternal Indonesia. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk terus memacu investasi serta infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan.


Menkeu Sri Mulyani Indrawati menuturkan, peningkatan peringkat itu membuktikan pengelolaan keuangan negara cukup baik. ”Tapi, kalau dibilang puas, ya belum puas,” ujarnya setelah menerima penghargaan keterbukaan informasi badan publik di Istana Wakil Presiden kemarin (21/12).


Menko Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, pemerintah akan terus melakukan upaya perbaikan agar kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik. Hal tersebut bisa dicapai dengan kombinasi kebijakan yang sudah dilakukan tiga tahun ini.


Contohnya, pembangunan infrastruktur, kebijakan sektoral di industri pariwisata, dan kebijakan pemerataan ekonomi.


Mantan Dirjen Pajak itu menuturkan, dengan kenaikan rating tersebut, kepercayaan investor akan meningkat. Karena itu, pemerintah terus berupaya mempercepat perizinan berusaha melalui paket-paket kebijakan ekonomi.


Langkah yang dikombinasi dengan peningkatan kepercayaan investor tersebut diharapkan dapat mendongkrak penanaman modal di Indonesia. Termasuk tahun politik pada 2018 dan 2019.


”Orang masih saja wait and see (melihat dan menunggu, Red). Wait and see apa lagi sih, tahun politik tuh tidak apa. Kita pernah pengalaman melaksanakan pilkada, itu justru positif buat perekonomian,” tegas Darmin.


Di sisi lain, kenaikan peringkat dari Fitch mendorong ekspektasi pasar terhadap perekonomian Indonesia. Di pasar modal, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali pecah rekor di angka 6.183,39. Indeks kemarin naik 73,91 poin atau 1,21 persen.


Asing mencatat jual bersih (net buy) Rp 431,2 miliar di seluruh market. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pun menguat 34 poin atau 0,25 persen ke level Rp 13.545 per USD.


Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan, Fitch memandang bahwa pendalaman pasar keuangan di Indonesia mampu meningkatkan stabilitas pasar finansial. Upaya sinergi pemerintah dalam reformasi struktural juga mampu meningkatkan iklim investasi.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore