
ILUSTRASI. IHSG anjlok 4,57 persen ke level 7.577 dipicu sentimen negatif Fitch dan konflik Timur Tengah. Simak dampak dan prospek pasar saham Indonesia terbaru.
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok pada penutupan perdagangan Rabu (4/3). Mengutip RTI Business, pasar saham Indonesia ditutup di zona merah 4,57 persen atau 362,702 basis poin ke posisi 7.577.
Kondisi ini disinyalir, salah satunya imbas dari Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Selama perdagangan hari ini, tercatat 54 saham melonjak. Sedangkan 754 saham turun dan 33 saham tidak berubah.
Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan pelemahan tajam IHSG terjadi seiring pergerakan bursa saham regional yang juga mengalami koreksi signifikan.
Menurut Irvan, tekanan di pasar saham domestik tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sentimen risk-off global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.
"Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yg juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8 persen," kata Irvan dalam keterangan tertulis kepada awak media, Rabu (4/3).
Di sisi lain, ia menyoroti pelemahan pasar saham Indonesia juga turut dipicu oleh eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Terlebih memang penutupan Selat Hormuz telah berpengaruh terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis Energi. Hal ini sdh tercermin di harga minya dunia yang meningkat," tukasnya.
Sebelumnya, Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Revisi tersebut dipicu meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi bauran kebijakan pemerintah di tengah sentralisasi pengambilan keputusan.
Dalam draf laporan tersebut, Fitch menilai sejumlah kebijakan belakangan ini berpotensi memberi tekanan pada prospek fiskal jangka menengah dan sentimen investor.
“Kebijakan pemerintah (Indonesia) belakangan dikhawatirkan dapat melemahkan prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, dan memberi tekanan terhadap ketahanan eksternal,” tulis Fitch dalam laporannya, dikutip Rabu (4/3).
Meski demikian, Fitch masih mempertahankan peringkat kredit jangka panjang mata uang asing atau Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating (IDR) Indonesia di level BBB. Keputusan tersebut mempertimbangkan rekam jejak pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.
Selain itu, Fitch juga menilai Indonesia masih ditopang prospek pertumbuhan jangka menengah yang cukup baik, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang moderat, serta cadangan devisa yang memadai.
Dalam laporan tersebut, Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen terhadap PDB. Angka ini lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7 persen. Proyeksi itu didasarkan pada asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif serta potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Kami memperkirakan defisit fiskal sebesar 2,9 persen dari PDB pada tahun 2026, tidak berubah dari tahun 2025 dan di atas target pemerintah sebesar 2,7 persen. Hal ini mencerminkan asumsi kami yang lebih konservatif berdasarkan proyeksi pertumbuhan yang lebih lambat,” tulis Fitch.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022