Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu-Jumat, 18–20 Februari 2026 pasca libur panjang Imlek diperkirakan masih akan diwarnai dinamika sentimen domestik dan global. Namun, sejumlah katalis positif dinilai berpotensi menopang pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah mengatakan, IHSG akan dipengaruhi sentimen fundamental dari rilis laporan keuangan tahunan 2025. Secara umum, laporan tersebut dinilai memberikan katalis positif, terutama bagi emiten yang mencatat pertumbuhan laba solid dan margin yang tetap terjaga.
“Berbicara tentang potensi market 18–20 Februari pasca libur Imlek, sentimen kebijakan suku bunga juga menjadi faktor penting karena berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring ekspektasi stabilitas likuiditas dan permintaan kredit,” ujar Hari Rachmansyah dalam analisisnya, Selasa (17/2).
Selain itu, investor juga diminta mencermati perkembangan reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang progresnya dinilai cukup konstruktif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar dalam jangka menengah.
Sementara itu, secara teknikal, IHSG saat ini berpotensi bergerak konsolidasi setelah belum berhasil menembus area resistance 8.300. Adapun level support terdekat berada di kisaran 8.120. "Selama resistance tersebut belum terlewati, pergerakan indeks cenderung sideways dengan volatilitas terbatas," jelasnya.
Dalam kondisi ini, Hari menyarankan kepada investor untuk lebih selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan memiliki dukungan kinerja yang jelas.
"Khususnya di sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih ditopang permintaan global serta harga komoditas yang relatif stabil,” imbuh Hari.
Ia menambahkan, strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko menjadi kunci menjaga portofolio tetap optimal di tengah fase konsolidasi pasar.
Berikut ini sejumlah rekomendasi saham dari IPOT untuk perdagangan saham pekan ini:
1. Buy BBTN (Entry: 1365, Target Price (TP): 1555 dan Stoploss (SL): 1280). Secara teknikal, BBTN masih bergerak uptrend di dukung dengan aliran dana asing yang besar di pekan kemarin sejumlah 646 Bio. BMRI masih ada potensi untuk melanjutkan lagi kenaikannya seiring pengumuman BI Rate dan Loan Growth di pekan depan.
2. Buy LPPF (Entry: 1895, TP: 1945 dan SL: 1855). Secara teknikal, LPPF saat ini masih bergerak dalam uptrend channelnya dan berada dalam area higher low-nya. LPPF berpotensi melanjutkan kenaikannya membentuk higher high.
3. Buy HRUM (Entry: 1140, TP: 1285 dan SL :1090). Secara teknikal HRUM bergerak uptrend ditandai dengan pergerakan harga diatas EMA-5 hingga 50 dan secara foreign flow juga dalam sepekan terakhir asing rutin mengakumulasi HRUM hingga saat ini secara YTD asing masih net buy sebanyak 83bio.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
