Ilustrasi kripto. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menyusul meningkatnya minat terhadap Real-World Assets (RWA) dan integrasi antara kripto dan pasar keuangan tradisional (TradFi), OKX resmi meluncurkan Equity Perpetual Contracts, yakni kontrak derivatif berbasis saham global yang dapat diperdagangkan 24/7 melalui satu Unified Account.
Ferry selaku Regional Growth Manager OKX Wallet dalam keterangan tertulisnya mengatakan, peluncuran ini dilakukan secara bertahap mulai 25 Februari, dengan kampanye global dimulai pada 3 Maret. OKX menghadirkan infrastruktur convergence economy, di mana teknologi kripto digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas perdagangan aset tradisional.
Peluncuran Bertahap 17 Kontrak Saham Global Sebanyak 17 kontrak perpetual saham akan diluncurkan dalam beberapa batch. Batch 1 berlangsung pada 25 Februari dengan HOOD, TSLA, dan MSTR.
Selanjutnya, Batch 2 akan bergulir pada 26 Februari dengan INTC, PLTR, AMZN, COIN, dan CRCL. Serta Batch 3 yang dimulai pada 2 Maret dengan NVDA, MU, SNDK, GOOGL, MSFT, AAPL, META, QQQ (Nasdaq-100 ETF), dan SPY (S&P 500 ETF).
Peluncuran bertahap ini bertujuan untuk membangun likuiditas secara optimal sekaligus memastikan pengalaman trading yang stabil bagi pengguna global.
Adapun, solusi terhadap keterbatasan pasar tradisional dilakukan berbagai tahap. Pertama, perdagangan saham tanpa jam tutup. Pasar saham tradisional memiliki jam operasional terbatas, sehingga investor sering melewatkan momentum akibat peristiwa global di luar jam bursa.
Dengan Equity Perps OKX, pengguna dapat memperdagangkan derivatif saham 24/7, termasuk saat akhir pekan, untuk merespons dinamika pasar secara real-time.
Kedua, Double-Dip: yield dan trading sekaligus. Melalui Unified Account, saldo Earn dapat langsung menjadi kolateral untuk membuka posisi saham tanpa perlu transfer dana. Pengguna dapat memperoleh potensi yield sekaligus membuka peluang trading dalam satu ekosistem.
Ketiga, cross-margining seluruh portofolio. Unified Account memungkinkan seluruh aset pengguna menjadi jaminan posisi, meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi risiko likuidasi akibat margin terisolasi.
Ferry mengatakan, peluncuran ini merupakan langkah penting dalam mempercepat konvergensi antara kripto dan pasar tradisional.
“Kami membangun arsitektur Unified Account agar pengguna dapat mengelola seluruh aset dalam satu margin pool, memperdagangkan saham global 24/7, dan tetap menjaga efisiensi modal secara maksimal," katanya.
Untuk diketahui, Equity Perpetuals adalah kontrak derivatif yang mereplikasi pergerakan harga saham, bukan kepemilikan saham langsung. Kontrak ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate seperti perpetual futures kripto.
Perdagangan derivatif memiliki risiko tinggi. Pengguna disarankan memahami leverage, margin, dan mekanisme likuidasi sebelum bertransaksi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022