Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 01.00 WIB

Purbaya Bantah Pemerintah Dikte Bank Himbara Naikan Suku Bunga Deposito Valas 4 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul F/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah bahwa pemerintah telah meminta para himpunan bank himbara (Himbara) untuk menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) menjadi sebesar 4 persen, dari sebelumnya berkisar mulai 1,00 persen hingga 2,25 persen.

"Orang nuduh saya tuh, itu (kenaikan suku bunga valas 4 persen) kebijakan Menteri Keuangan, ya kan. Mendikte perbankan untuk naikin bunga deposito dolar ke 4 persen. Jadi enggak ada kebijakan seperti itu. Saya nggak pernah nyuruh Danaantara atau bank untuk naikin bunga deposito seperti itu," kata Purbaya dalam Media Briefing di Pressroom Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/9).

Lebih lanjut, dia pun mengakui pemerintah di Istana memang pernah mendiskusikan perihal insentif bagi pemegang valas. Namun, ia memastikan bahwa kebijakan itu belum selesai.

Adapun rencananya, kata Purabaya, insentif itu akan diberikan oleh pemerintah dengan niatan agar pemegang valas di Singapura bisa berpindah ke Indonesia atau switching.

Tetapi lagi-lagi Purbaya memastikan, diskusi tersebut belum diputuskan menjadi sebuah kebijakan karena risikonya masih diperhitungkan.

"Memang pernah ada diskusi kan waktu itu saya bilang di Istana bahwa akan ada insentif ke pemegang valas, supaya mindahin valas dari Singapura ke Indonesia, kira-kira gitu. Cuma itu masih belum selesai, masih ada risiko yang mesti dihitung. Dan sepertinya pada waktu Presiden merintahkan timnya untuk menghitung risiko yang mereka sebelumnya tidak hitung," beber Purbaya.

"Jadi itu belum selesai. Jadi mestinya sih Danantara akan memerintahkan perbankannya untuk melakukan praktik bisnis sesuai dengan kondisi pasar, market base. Jadi nggak akan intervensi secara langsung juga," tutupnya.

Sebelumnya, seluruh Bank Himbara secara kompak menaikkan suku bunga deposito valas menjadi 4 persen. Keputusan itu sebagaimana telah diumumkan setiap bank himbara melalui laman resmi, mulai dari Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BSI, Bank BTN, Bank BNI, dan Bank BRI.

Seperti yang disampaikan Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, pihaknya mengatakan penyesuaian ini merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri.

"Fokus kami adalah memberikan imbal hasil yang atraktif agar dana valas bisa lebih banyak terserap di dalam negeri. Dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BNI membuka peluang bagi nasabah yang selama ini menempatkan dana valasnya di luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air," ujar Putrama dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9/2025).

BNI juga terus memperkuat ekosistem digital melalui wondr by BNI yang menghadirkan kemudahan dalam membuka deposito valas sehingga pembukaan maupun pengelolaan deposito dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, dengan jaringan kantor luar negeri BNI yang tersebar di berbagai pusat keuangan global, BNI juga siap menjembatani arus masuk dana investor internasional ke Indonesia. 

"Hal ini sejalan dengan komitmen kami menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman dan kompetitif," tutup Putrama.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore