Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 02.06 WIB

Waspada Resesi 2026: Strategi Keuangan yang Wajib Dikuasai agar Tak Terseret Arus Krisis Ekonomi

Ilustrasi keuangan yang tergerus karena resesi. (Freepik) - Image

Ilustrasi keuangan yang tergerus karena resesi. (Freepik)

JawaPos.com - Tanda-tanda perlambatan ekonomi mulai terasa. Dikutip dari LPEM FEB UI, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di awal tahun 2025 ini tidak menunjukkan lonjakan signifikan, meskipun harapan tinggi seiring dengan periode belanja besar Ramadhan dan Idul Fitri 2025.

Menurunnya daya beli masyarakat ini menandakan bahwa sektor ekonomi domestik masih belum pulih secara merata, bahkan berisiko diterjang badai resesi.

Selain itu, survei terbaru yang dirilis oleh Bloomberg memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 hanya akan mencapai 4,90%, turun dari estimasi sebelumnya sebesar 5,1%.

Bahkan, tujuh ekonom yang disurvei memperkirakan potensi terjadinya resesi dalam 12 bulan ke depan  mencapai 10%.

Angka-angka diatas memang terlihat kecil, namun cukup untuk mencerminkan fondasi ekonomi nasional yang penuh dengan ketidakpastian.

Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi, strategi keuangan yang tepat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id, berikut beberapa langkah agar tetap bisa bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil:

1. Prioritaskan kebutuhan pokok

Memilah antara kebutuhan dan keinginan menjadi hal yang sangat krusial di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Hindari untuk membeli barang mewah/konsumtif yang kurang mendesak, dan dahulukan kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, serta pendidikan.

2. Perkuat literasi keuangan

Menghadapi resesi membutuhkan kesadaran untuk belajar mengelola keuangan secara lebih bijak. Hal awal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat anggaran bulanan, memperbesar alokasi dana darurat, serta memilih instrumen investasi yang tepat.

Investasi pada saham/sukuk memiliki resiko yang lebih tinggi di tengah ekonomi yang tidak stabil. Oleh karena itu, bisa dipertimbangkan untuk memilih instrumen investasi yang lebih stabil, seperti emas atau deposito.

3. Cari sumber penghasilan tambahan

Jika dirasa gaji terlalu kecil untuk diatur, maka mencari sumber penghasilan tambahan menjadi langkah yang patut dipertimbangkan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore