Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 13.30 WIB

Lagi! IHSG Hari ini Diramal Trading Halt usai Trump Naikkan Tarif Impor Tiongkok Tembus 245 Persen

Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal akan mengalami trading halt atau mengalami penghentian sementara perdagangan karena diprediksi bakal anjlok capai 8 persen pada pembukaan perdagangan, Kamis (17/4). Hal ini sebagaimana disampaikan Pengamat Sektor Keuangan Ibrahim Suaibi guna merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan tarif impor Tiongkok menjadi 245 persen.

"Indeks Saham Gabungan di Indonesia besok (hari ini-red), ada kemungkinan besar perdagangan akan di-suspend," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (16/4) malam.

Dia membeberkan bahwa perang dagang yang dilakukan AS ini akan berdampak besar terhadap saham-saham teknologi. Sehingga dalam perdagangan IHSG hari ini akan menjadi lampu merah dan berpotensi terjung bebas menuju 8 persen.

"Ada kemungkinan besar bahwa akan ada suspend di perdagangan pertama," bebernya.

"Ini harus hati-hati bagi para investor bahwa informasi tentang perang dagang ini cukup luar biasa, apalagi tarif 245 persen. Ini tarif yang luar biasa dan ini pasti akan menggoyang pasar, terutama adalah pasar Asia," sambung Ibrahim.

Sebelumnya, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok semakin panas. Terbaru, AS mengumumkan bahwa Tiongkok menghadapi tarif baru hingga 245 persen atas impor AS.

Langkah itu merupakan tindakan balasan setelah Tiongkok membekukan pengiriman pesawat jet Boeing ke negaranya. Perintah administratif terbaru Gedung Putih telah meluncurkan penyelidikan keamanan nasional terhadap impor sumber daya vital. Perintah tersebut juga mencakup penjelasan untuk tarif timbal balik yang diumumkan pada 2 April.

"Tiongkok kini menghadapi tarif hingga 245 persen atas impor ke AS sebagai akibat dari tindakan balasannya," ungkap pernyataan resmi Gedung Putih seperti dikutip dari Anadolu pada Rabu (16/4).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore