Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 03.58 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp 17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi Masih Ekspansif

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul F/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul F/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih dalam fase ekspansi dan jauh dari ancaman krisis seperti yang terjadi pada tahun 1998.

Ia pun memandang bahwa penilaian para ekonom soal Indonesia resesi tidaklah benar, karena menurut tinjauannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, daya belinya masih bagus.

"Rupiah Rp 17.000 (per dolar AS), IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang kita sudah menuju 1998 lagi. Katanya daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu," ujar Purbaya saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi domestik masih terjaga. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempertahankan daya beli masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap kuat.

"Ekonomi kita sedang ekspansi. Daya beli kita jaga mati-matian. Jangankan krisis, resesi saja belum, melambat pun belum. Kita masih ekspansi dan masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan," tegasnya.

Purbaya juga meminta para investor di pasar modal untuk tidak panik menghadapi gejolak yang terjadi di pasar keuangan. "Jadi, yang investor di pasar saham nggak usah takut. Pondasi ekonomi kita dijaga betul," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi global. Salah satunya pembelajaran dari krisis tahun 1998 yang menjadi bekal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Kita sudah tahu krisis 1998 apa penyebabnya. Itu kita terapkan saat krisis global 2008–2009 ketika ekonomi dunia jatuh, kita tetap bisa tumbuh dengan baik. Tahun 2020 juga kita jaga ekonominya dengan kebijakan yang tepat," bebernya.

Karena itu, Purbaya menilai pemerintah saat ini memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi potensi gejolak ekonomi ke depan. Itu sebabnya, ia meminta seluruh pihak untuk tidak takut.

"Teman-teman nggak usah takut. Kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi. Tentunya dengan langkah-langkah yang diperlukan," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore