Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 20.02 WIB

Perkuat Literasi Keuangan, UKU Didukung AFPI Terus Mendorong Pemahaman Terhadap Solusi Fintech Peer-to-Peer Lending

Ketua AFPI Entjik S. Djafar (kiri) bersama tim UKU saat media Iftar and Gathering. - Image

Ketua AFPI Entjik S. Djafar (kiri) bersama tim UKU saat media Iftar and Gathering.

JawaPos.com - Menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2024, PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU), fintech lending platform yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencoba memberi kemudahan finansial. UKU berkomitmen membantu regulator dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap produk jasa keuangan.

Caranya, dengan memberikan wawasan dan edukasi mengenai fintech lending secara mendalam. Sehingga diharapkan dapat membantu mendorong literasi keuangan di Indonesia. 

AFPI melihat adanya peluang lanskap di industri fintech. Sebab, data dari OJK, World Bank, dan Ernst & Young pada 2023 ada penyaluran kredit fintech yang sangat besar. Terdiri dari 186 juta pengguna individu produktif dengan rentang usia lebih dari 15 tahun, lalu 46,6 juta UMKM yang belum memiliki akses kredit (unbanked), hingga 132 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses kepada kredit.

Data juga menyebutkan penyaluran kredit fintech dengan credit gap sebesar Rp 1.650 triliun dengan kebutuhan pembiayaan sebesar Rp 2.650 triliun, namun IJK Konvensional hanya menopang Rp 1.000 triliun. Potensi masih besar karena riset AFPI-EY menyebab ada Estimated Credit Gap kebutuhan pembiayaan UMKM mencapai Rp 4.300 triliun pada 2026.

“Bersama AFPI, kami ingin lebih memberikan wawasan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial. Terutama, melalui solusi fintech lending dalam menavigasi kebutuhan di bulan Ramadhan dan Lebaran,'' ujar Chief Executive Officer UKU Tony Jackson.

Tony menjelaskan, pada periode 1 bulan sebelum Idul Fitri 2023, terdapat kenaikan 30 persen di atas rata-rata bulanan untuk kategori pengguna yang mengajukan pinjaman. Lantas, 39 persen untuk kategori pencairan dana kepada pelanggan.

"Masih di tahun yang sama, kami juga mencatat bahwa pemohon pinjaman naik 14 persen dengan kisaran usia 21-30 tahun. Pinjaman itu untuk mendanai usaha kecil mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tony menambahkan, saat ini UKU sudah hadir di berbagai wilayah di Indonesia. UKU mencatat total pencairan dana per-Desember 2023 yang didominasi di dalam Pulau Jawa mencapai Rp 6,3 triliun, sedangkan di luar Pulau Jawa terdapat Rp 2,4 triliun.

Hal ini menandakan bahwa wilayah Pulau Jawa memiliki potensi pasar yang kuat untuk bisnis UKU. Sedangkan 5 lokasi pencairan dana teratas di Indonesia adalah Jawa Barat (Rp 2,1 triliun), DKI Jakarta (Rp 1,4 triliun), Jawa Timur (Rp 1 triliun), Jawa Tengah (Rp 865 miliar), dan Banten (Rp 662 miliar).

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan, dalam menghadapi dinamika industri fintech lending di Indonesia, penting untuk terus memberikan pemahaman yang kuat terkait edukasi literasi keuangan bagi masyarakat. "Kami yakin dengan mendapatkan wawasan yang baik, masyarakat dapat membuat keputusan yang cerdas dalam memanfaatkan solusi fintech lending,” tuturnya.

Berdasarkan statistik OJK, kondisi lanskap fintech yang tercatat pada Januari 2024 mencapai sekitar 1,2 juta pengguna transaksi lender, sekitar 123,45 juta borrower yang mengakses kredit, lebih dari Rp 785 triliun jumlah pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna, dan 101 jumlah fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. 

Industri fintech lending yang legal berkomitmen untuk menegakkan persaingan yang sehat dan etis, memiliki integritas dan kepatuhan yang berorientasi pada perlindungan konsumen, serta mendorong perkembangan yang inovatif dan inklusif di sektor industri terkait.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore