Industri Farmasi Perkuat Ekosistem Kesehatan Berbasis Teknologi
JawaPos.com – Upaya membangun ekosistem industri kesehatan yang terintegrasi terus didorong pelaku industri farmasi di tengah meningkatnya kebutuhan layanan yang lebih menyeluruh. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis teknologi.
Salah satunya dilakukan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada April 2026 untuk rencana penguatan permodalan atau Right Issue. Keputusan ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam melengkapi ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.
Berdasarkan prospektus ringkas, perseroan berencana menerbitkan saham baru dalam jumlah maksimal 5,7 miliar lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham, disertai penerbitan waran sesuai ketentuan. Dana yang diperoleh akan digunakan secara terukur untuk memperkuat struktur permodalan serta potensi akuisisi guna mendukung pengembangan usaha.
Direktur PT Pyridam Farma Tbk, Sinta L. Ningsih, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab industri dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif.
“Perseroan ingin menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Pemegang Saham. Tentunya, dengan persetujuan yang kami dapatkan, kami akan berfokus untuk melengkapi ekosistem kami. Perseroan melihat bahwa sebagai perusahaan farmasi, memberikan produk dan layanan kesehatan terbaik dengan teknologi mutakhir bagi masyarakat adalah bentuk kewajiban dan tanggung jawab kami,” ujarnya.
Penguatan ekosistem kesehatan terintegrasi dinilai menjadi kunci di tengah transformasi sektor kesehatan yang semakin mengarah pada layanan berbasis inovasi. Integrasi antara produksi farmasi, distribusi, hingga layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
Selain itu, penyertaan waran dalam skema pendanaan juga membuka peluang tambahan modal pada masa mendatang, dengan jumlah maksimal sebesar 35 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat penyampaian pernyataan pendaftaran kepada OJK. Instrumen ini memberi nilai tambah bagi investor sekaligus memperluas fleksibilitas perusahaan dalam mengelola kebutuhan pendanaan jangka panjang.
Proses penggalangan dana tersebut dirancang berlangsung bertahap, dimulai dari persetujuan RUPSLB pada April 2026 hingga target perolehan pernyataan efektif dari OJK pada akhir Juni 2026. Selanjutnya, periode pelaksanaan dijadwalkan pada Juli 2026, dengan keseluruhan rangkaian ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
