
layar yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
JawaPos.com - Usai menguat dua pekan berturut-turut, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan menurun pekan ini. Sejalan dengan aksi profit taking sejumlah investor. Di sisi lain, pelaku pasar saham juga menanti rilis data ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) Amerika Serikat (AS).
"IHSG berpeluang melemah dengan support di level 7.000 sampai 6.893 dan resistance di 7.109 hingga 7.150. Cenderung sell on strength (SOS)," kata analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos, tadi malam.
Sejumlah konsensus memperkirakan nonfarm payrolls AS naik menjadi 175 ribu dari bulan sebelumnya sebanyak 150 ribu. Tingkat pengangguran kemungkinan masih berkisar di 3,9 persen. Meski, realisasi produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam naik menjadi 5,2 persen year-on-year (YoY) pada kuartal III 2023.
Indeks harga pengeluaran konsumsi alias personal consumption expenditures (PCE) secara tahunan tercatat 3,5 persen. Menurun dibandingkan PCE September 2023 sebesar 3,7 persen.
"Ini merupakan ekspansi tercepat sejak kuartal IV 2021. Data ini menimbulkan harapan terjadi soft landing pada perekonomian Amerika Serikat," ungkap dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.
The Federal Reserve (The Fed) melalui anggota Dewan Gubernur Christopher Waller meyakini tingkat suku bunga kebijakan saat ini cukup membatasi, bahkan mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, pelaku pasar juga jangan terlalu berekspektasi tinggi terhadap penurunan suku bunga yang lebih cepat dan banyak tahun depan.
"Sebab jika tidak terjadi sesuai harapan, membuka peluang koreksi pada pasar keuangan," jelas Hans.
Pejabat Sementara (Pj. S) Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, data perdagangan saham selama periode 27 November sampai 1 Desember 2023 ditutup positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan. Yakni sebesar 43,38 persen menjadi Rp 13,72 triliun.
Peningkatan sebesar 10,31 persen secara mingguan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian saham menjadi 1.239.339 kali transaksi. Begitu pula, rata-rata volume transaksi harian saham naik dari 21,88 miliar menjadi 23,42 miliar lembar saham lembar saham.
Selama sepekan, IHSG naik tipis 0,72 persen berada di posisi 7.059,906. Kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp 11,12 triliun.
"Investor asing pada Jumat (1/12) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 213,29 miliar dan sepanjang 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih Rp 13,64 triliun," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
