Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 18.00 WIB

RS Ramai-Ramai Menyiapkan Ruangan Khusus untuk Para Caleg Gagal, Kamar Dilengkapi Teralis Besi

LAYANAN KESEHATAN JIWA: Suasana di Poli Kejiwaan RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (29/11). RS tersebut berencana menyiapkan ruangan rawat  jalan dan klinik jiwa bagi para caleg gagal di Pemilu 2024. - Image

LAYANAN KESEHATAN JIWA: Suasana di Poli Kejiwaan RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (29/11). RS tersebut berencana menyiapkan ruangan rawat jalan dan klinik jiwa bagi para caleg gagal di Pemilu 2024.

Identitas para caleg gagal yang memerlukan layanan kesehatan jiwa bakal dirahasiakan. Menurut pakar, kemungkinan untuk stres sekarang lebih besar menyusul masifnya media sosial.

M. BASRI, Jembrana WAHYU P.P., Kab Bandung ANGGI F., Jombang FERLYNDA P., Jakarta

---

DI DPRD Jembrana, Bali, hanya tersedia 35 kursi. Di sisi lain, ada 363 calon anggota legislatif (caleg) memperebutkannya pada pemilu tahun depan.

Artinya, ada 328 orang yang bakal tidak mendapatkan kursi. Sebuah persaingan yang sangat ketat. Padahal, biaya yang dibutuhkan untuk nyalon rata-rata miliaran rupiah. Karenanya, ini jenis pekerjaan yang sangat "berisiko”. Berisiko dalam kaitan dengan kesehatan mental, meskipun masing-masing sudah menjalani tes kejiwaan sebelum nama mereka didaftarkan.

Karena itu pula, mengutip Jawa Pos Radar Bali, Rumah Sakit Umum Negara, Jembrana, menyiapkan tenaga medis spesialis kejiwaan dan ruangan khusus untuk menampung pasien sakit jiwa, termasuk untuk para caleg gagal dan mengalami depresi.

"Kami sudah ada poli jiwa, dua dokter spesialis, dan ruangan khusus untuk pasien jiwa," ujar Direktur RSU Negara Ni Putu Eka Indrawati pada Senin (27/11) lalu.

Tak hanya di Jembrana, RS di banyak kota lain di tanah air juga melakukan hal serupa. Sebab, caleg gagal lalu stres atau depresi bukanlah cerita karangan atau cerita kemarin sore. Dari pemilu ke pemilu selalu terjadi.

Pada 2019, di sebuah kota di Kalimantan Timur, misalnya, ada caleg yang minta sumbangan 150 kantong berasnya dikembalikan. Itu setelah dia gagal menjadi legislator. Jelang Pemilu 2019, Kementerian Kesehatan juga mengantisipasi kemungkinan munculnya para caleg gagal depresi ini dengan menyiapkan layanan kesehatan kejiwaan. Layanan ini di berbagai level, dari rumah sakit umum sampai puskesmas.

RSUD Jombang, Jawa Timur, juga menyediakan ruangan khusus serupa. Ada 8 kamar dengan teralis besi serta ruang high care unit jiwa, khusus untuk kategori depresi berat-berat di Paviliun Upaya Waluya di rumah sakit itu.

”Pemasangan teralis besi di ruang khusus pasien jiwa itu menjadi faktor penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah kepada Jawa Pos Radar Jombang (15/11).

Begitu pula di RSUD Oto Iskandar Dinata (Otista), Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menyediakan 10 ruangan khusus untuk para caleg gagal. ’’Setiap ada pemilu itu kami selalu siapkan (ruangan) tempat pemeriksaan untuk caleg-caleg yang mengalami stres akibat kalah pemilu,” kata dokter spesialis kedokteran jiwa RSUD Otista Kabupaten Bandung dr Marsudi SpKJ(K) kepada Radar Bandung di Soreang (28/11).

Menurutnya, meski pada Pemilu 2019 tidak ada caleg gagal yang masuk rumah sakit, pihaknya tetap menyiapkan layanan tersebut di Pemilu 2024 sebagai langkah antisipasi. ’’Soalnya ada beberapa caleg itu kadang-kadang yang sudah berekspektasi dirinya akan terpilih, tapi kenyataannya dia gagal. Nah, itu yang kita antisipasi dengan menyiapkan ruangan dan tempat pemeriksaan,” katanya.

Jumlah 10 ruangan khusus tersebut dua kali lipat lebih banyak ketimbang yang disiapkan di Pemilu 2019. ’’Untuk mengantisipasi saja, karena di pemilihan umum saat ini, kami lihat untuk pesertanya jadi lebih banyak dari pemilu sebelumnya,” ujarnya.

Pihaknya memastikan akan merahasiakan identitas caleg yang mengalami gangguan kejiwaan. ’’Sosialisasi dan saran-saran bagi para calon itu sudah kami berikan juga supaya mereka yang gagal setelah pemilu nanti tidak sampai mengalami gangguan. Saran-saran itu seperti harus banyak rileks, olahraga, jangan terlalu tegang berpikir, dan harus banyak bersosialisasi,” kata Marsudi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore