
HALAU SERANGAN DARING: Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jatim Achmad Fadli Chusni (dua dari kanan) saat berdiskusi dengan tim CSIRT di Surabaya (29/9).
Tim CSIRT Dinas Kominfo Jatim dan Perang Melawan Serangan Siber
Per hari rata-rata 1.000 serangan siber yang harus ditangani tim CSIRT dan kian meningkat jelang pemilu. Dinas Kominfo Jatim telah menerbitkan 152 surat notifikasi insiden siber, terbanyak berupa penyusupan judi online.
EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya
---
ADA saja cara para peretas atau hacker yang berusaha mengganggu situs Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Ada misalnya yang berusaha ”nitip” folder.
Mereka mengganti nama file folder dengan kalimat ’Tolong jangan dihapus folder saya ya admin’,” kenang Koordinator Tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim Aulia Bahar Permana.
Meski lucu, lanjut Aulia, tetap saja folder itu dihapus tim CSIRT. ”Mungkin kalau mengganggu lagi (peretasnya) saya ajak kenalan,” ungkap Aulia seraya tertawa.
CSIRT dibentuk pada 2020. Hingga saat ini, ada enam personel yang mengisi tim tersebut. Ada yang menangani insiden. Ada pula yang tugasnya memperkuat sistem seperti updating.
Tugas mereka tak ringan. Aulia menyebut, tiap hari rata-rata 1.000 serangan siber ke berbagai situs yang dikelola Pemprov Jatim dan OPD (organisasi perangkat daerah) di bawahnya. Tingginya intensitas itu salah satunya karena tingginya masyarakat yang mengeklik aplikasi/situs milik perangkat daerah di Jatim.
Misalnya situs http://jatimprov.go.id yang merupakan situs resmi Pemprov Jatim. Di antara semua website serupa yang dikelola pemprov se-Indonesia, situs tersebut yang paling tinggi tingkat kunjungannya.
Sehari minimal ada 15 ribu orang yang mengeklik. Ini, kata Aulia, mengundang ketertarikan para peretas untuk menguasai. ”Selain iseng, para hacker sengaja menyerang untuk kebanggaan,” katanya kepada Jawa Pos pada Jumat (29/9) pekan lalu.
Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jatim Achmad Fadlil Chusni sempat menunjukkan sejumlah malware atau virus yang terdeteksi menyerang website http://jatimprov.go.id. Ada yang kekuatannya lemah. Ada pula yang statusnya high dan perlu diperangi.
”Masih bisa diatasi. Kalau hacker-nya ndablek, kami pun siap bekerja keras,” kata Fadlil saat menemani Jawa Pos berkunjung ke command center milik Diskominfo Jatim.
Mendekati tahun politik, serangan siber ke situs milik pemerintah cenderung meningkat. Para hacker semakin agresif. Bukan hanya konten berbau politik, melainkan juga konten bisnis ilegal semacam judi online.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
