
Ilustrasi BCA.
JawaPos.com – Serangan siber makin tak kenal ampun. Modus phishing, social engineering, hingga Distributed Denial of Service (DDoS) terus mengintai sektor perbankan. Menghadapi ancaman tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memasang tameng berlapis lewat strategi people, process, dan technology.
SVP IT Security BCA Ferdinan Marlim menegaskan, tiga pilar tersebut menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga keamanan sistem sekaligus melindungi nasabah.
Dari sisi people, BCA rutin meningkatkan awareness seluruh karyawan, manajemen, hingga direksi terhadap bahaya kejahatan siber. Edukasi tak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga simulasi phishing untuk menguji kewaspadaan internal.
“Kami melakukan simulasi untuk mengetes para karyawan, melihat berapa banyak yang mengeklik situs palsu dalam simulasi,” ujar Ferdinan dalam keterangannya, Jumat (20/2).
Selain itu, peningkatan kapabilitas tim keamanan dilakukan melalui berbagai sertifikasi profesional dan penerapan kerangka kerja internasional seperti National Institute of Standards and Technology lewat NIST Cybersecurity Framework (CSF).
Framework ini mencakup tahapan identify, protect, detect, respond, recover, hingga govern dalam manajemen risiko siber. Selain itu, lanjut Ferdinan, pada aspek technology, BCA mengantongi sejumlah sertifikasi ISO terkait keamanan sistem informasi, jasa pembayaran, serta perlindungan data pribadi.
"Perusahaan juga memiliki Security Monitoring Center yang siaga 24 jam memantau potensi ancaman. Proteksi berlapis diterapkan guna memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan pelaku," bebernya.
Sementara dari sisi process, BCA memastikan seluruh prosedur transaksi berjalan sesuai standar, termasuk dalam menangani laporan nasabah korban phishing.
SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA Martinus Robert Winata mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah investigasi dan verifikasi laporan. Jika dana sudah ditransfer ke rekening bank lain, BCA akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk membantu penelusuran.
Ia juga mengingatkan, BCA tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode appli 1 dan appli 2 KeyBCA kepada nasabah. Untuk pengguna KlikBCA Bisnis, Robert menyarankan penerapan sistem double control melalui peran Maker dan Releaser agar tidak terjadi konsentrasi kewenangan pada satu pihak.
“Nasabah harus selalu teliti dan tidak mudah percaya pada pihak yang meminta data rahasia,” tukasnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
