
PULANG KAMPUNG: Aditya Utoyo di Puslatkaprang Mako Koarmada II, Surabaya.
Suasana Saling Menghormati di Lingkungan Kerja yang Bikin Betah
Berangkat ke Negeri Paman Sam untuk kuliah, jalan hidup Aditya Utoyo berbelok saat melihat pengumuman rekrutmen tentara AS lewat sebuah flyer. Jadi tempat jujukan rekan-rekannya bertanya tentang Indonesia, mulai soal batik sampai makanan.
SEPTIAN NUR HADI, Surabaya
---
AWALNYA ragu, khawatir tak bisa menahan pedas sambalnya. Namun, akhirnya semangkuk rawon itu disantap juga.
Dan, rasanya sesuai dengan ekspektasi. ”Sambalnya pedas banget, tapi nagih,” ujar Aditya Utoyo saat menceritakan kesempatan menjajal rawon selama berada di Surabaya kepada Jawa Pos.
Sejak 2009, pria kelahiran Jakarta itu berdomisili di Amerika Serikat (AS). Bahkan, sejak 2014 dia tercatat menjadi personel US Army atau Angkatan Darat AS. Karena itu, setiap dia berkesempatan pulang ke Indonesia, berburu makanan yang lama tak dijumpai menjadi ritual wajib.
Dari awalnya berkuliah di Montgomery College di Rockville, Maryland, jalan hidup Utoyo berubah saat mendapatkan info rekrutmen tentara lewat sebuah flyer (pamflet). Dia pun mendaftar melalui jalur Military Accessions Vital to the National Interest (MAVNI), semacam program rekrutmen oleh Departemen Pertahanan AS untuk para pendatang legal dengan keterampilan tertentu agar bisa direkrut ke dinas militer.
Utoyo lolos dan kini pria berpangkat sersan itu ditempatkan di Hawaii. Sejak 1 September sampai 13 September, seiring latihan bersama (latma) US Army dengan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) di Markas Koarmada II, Semampir, Surabaya, dia pun berkesempatan pulang kampung meski tidak ke Jakarta.
Peran Utoyo cukup penting dalam latma tersebut. Selama latihan berlangsung, pria 31 tahun itu bertugas sebagai penerjemah. Tepatnya penyambung informasi antar kedua negara untuk menghindari miskomunikasi.
”Bukan hanya bahasa, cukup banyak tentara AS yang juga penasaran dengan kebudayaan dan kesenian Indonesia,” ungkap ayah dua anak tersebut.
Utoyo tumbuh besar di Jakarta. Setelah lulus SMA pada 2009, dia baru melanjutkan perguruan tinggi ke Negeri Paman Sam. Bergabung dengan militer negeri orang tak lantas membuatnya menanggalkan kewarganegaraan Indonesia.
Indonesia tetap menjadi bagian tak terpisahkan darinya. Dia selalu kangen mudik. Apalagi, orang tuanya masih tinggal di negeri tempat dia dilahirkan dan dibesarkan ini.
Selama sembilan tahun bertugas sebagai personel US Army, Utoyo tak pernah mendapatkan diskriminasi. Lingkungan tempatnya bekerja tak pernah mempersoalkan dari mana dia berasal.
Justru sebaliknya: sangat menghormatinya. Termasuk untuk kepercayaan yang dianut. Para rekan kerja bahkan kerap mengingatkan Utoyo yang muslim untuk salat ketika waktunya tiba.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
