
KOMPAK: Untuk memperingati usianya yang menapak 10 tahun, Orkes Kota Pahlawan (OKP) menggelar pertunjukan orkestra di Ciputra Hall, CitraLand, Minggu (21/5). Konser itu dihelat dua sesi.
Terhitung satu dekade Orkes Kota Pahlawan (OKP) menghibur warga Surabaya. Grup orkestra itu rutin menggelar pertunjukan. Lagu-lagu yang dibawakan disesuaikan dengan usia pendengar.
SEPTIAN NUR HADI, Surabaya
TEPUK tangan pengunjung Ciputra Hall menggema setelah menyaksikan penampilan memikat dari Orkes Kota Pahlawan (OKP). Dalam pertunjukan musik orkestra dua sesi itu, penonton disuguhi lagu-lagu hit mancanegara dan dalam negeri.
Tampilan itu diawali grup OKP Junior. Eunike Wiraseputra memimpin grup tersebut. Dalam sesi pertama, enam instrumen lagu dimainkan. Di antaranya, Highland Cathedral dari Skotlandia, Arabian Night dari Timur Tengah, Ju Hua Tai dari Tiongkok, Danny Boy dari Irlandia, dan Kalinka dari Rusia.
Surjanto Aditia menjadi konduktor di sesi kedua. Dalam satu jam sebanyak sepuluh lagu dimainkan. Diawali lagu berjudul Navarra dari Spanyol dan ditutup dengan beberapa lagu ciptaan almarhum Chrisye. Bagi Eurike Intan, menonton musik orkestra dari OKP tak membuatnya bosan.
Sebab, OKP selalu menyuguhkan aransemen musik yang enak didengar. ”Nonton orkestra itu selalu membuat senang. Hati terasa tenang dan rasa stres pun jadi hilang,” kata perempuan 45 tahun itu.
Koordinator OKP Jessica Jordanius mengatakan, grup musik yang dia pimpin terbentuk pada Maret 2013. Itu berawal dari banyaknya warga Surabaya yang bisa memainkan alat musik seperti biola, piano, dan cello. Namun, mereka berjalan sendiri-sendiri, tidak tergabung dalam grup orkestra.
”Untuk memberikan wadah kreativitas, akhirnya ada ide untuk membentuk grup orkestra berbasis komunitas,” ucapnya.
OKP terbagi menjadi dua grup. Pertama, pemusik senior yang berisi para pelatih atau guru sekolah musik. Selanjutnya, grup junior yang beranggota anak-anak. Total anggota OKP mencapai 83 orang.
Perinciannya, 53 orang tergabung dalam grup orkes junior, sedangkan sisanya merupakan tim senior. Guna memberikan pengalaman kepada anggotanya, OKP mengadakan pergelaran orkestra.
Pertunjukan dihelat setiap semester. Mereka menggelar konser tunggal, bermain di pusat perbelanjaan, hingga tampil di panti asuhan dan panti jompo atau griya werda.
Saat konser di griya werda, lagu yang dibawakan sudah dipilih terlebih dahulu. Itu disesuaikan dengan usia para penghuninya. Tentu saja lagu-lagu yang tengah populer zaman dulu.
Misalnya, lagu berjudul Rangkaian Melati, Di Bawah Sinar Bulan Purnama, atau lagu - lagu Barat yang populer periode 1920–1940-an. ’’Permainan musim tempo dulu membuat mereka bernostalgia. Berasa kembali ke zaman dulu,’’ ucap Jessica.
Hingga kini pertunjukan orkestra di griya werda rutin digelar setiap tahun. (*/c6/aph)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
