Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Juli 2022 | 04.09 WIB

Kumat Jadi Biduan, Cinta Pun Lewat

Photo - Image

Photo

KALAU menikah, keluarga menjadi nomor satu. Kata suami harus dituruti. Kalau tidak, bisa berakibat fatal

Fajar Yuliyanto
Wartawan Radar Surabaya

WAJAH Karin, 30, memang manis. Dengan polesan make up minimalis saja sudah bisa menarik perhatian lelaki yang melihatnya. Ditambah bodi yang langsing semakin aduhai saja ibu satu anak ini. Tak heran jika suaminya, Donwori, 33, kerap cemburu saat Karin sudah naik panggung.

Menunaikan tugas mulia menghibur orang. Ya, Karin itu seorang biduan. Sebab banyak penonton yang memberi uang saweran sambil memuji suaranya yang merdu dan pesona kecantikannya. Untuk itu, ketika Donwori yang lama memacarinya memutuskan untuk menikahi Karin, keputusan pertama adalah melarang istrinya tampil lagi sebagai penyanyi kafe.

Seratus persen Karin harus menjadi ibu rumah tangga. Kalaupun nyanyi, ya.., hanya dipanggung RW atau peringatan 17 Agustusan saja.

Awalnya Karin memenuhi permintaan sang suami, namun lama kelamaan dia rindu untuk menyalurkan hobi bernyanyinya. Dia pun diam-diam nekat menghibur para fansnya yang memang telah lama merindu suara merdunya.

Namun apes, karena kembali ke dunia hiburan malam, senandung merdu Karin berubah jadi kesedihan. Warga Suko Manunggal ini pun harus menjalani sidang perceraian pertama di Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, karena Donwori mengajukan gugatan cerai.

Wajahnya terlihat sedih. Matanya sembab dan berwarna merah karena kebanyakan menangis. Karin digugat cerai Donwori karena dianggap tidak patuh kepada suaminya. “Saya digugat karena kembali jadi penyanyi. Padahal semua itu untuk menghidupi keluarga,” kata Karin mencoba membela diri.

Perempuan ini bekerja kembali di dunia tarik suara dengan alasan suaminya tak punya pekerjaan tetap setelah di-PHK. Karin memilih kembali jadi biduan di kafe tempat dirinya bekerja dahulu. “Kalau jadi buruh, wis gak ono perusahaan yang buka lowongan. Lha aku isone nyanyi, yo opo salahe balik nyanyi maneh,” ungkapnya.

Diakui Karin, kalau ia sudah melanggar nasehat Donwori agar tidak kembali menyanyi. “Sejak menikah dulu, suami saya sudah bilang kalau nyanyi banyak godaannya,” imbuhnya.

Saat dinasehati dia mengaku sempat berhenti, namun kambuh lagi. Dengan alasan pamit kerja di pabrik, akhirnya Karin dapat bernyanyi lagi.

Memang, uang tips atau saweran jumlahnya lumayan. Dalam semalam dia bisa membawa pulang uang minimal Rp 300 ribu. Kalau ada kenalan lama, dia bisa memperoleh Rp 1 juta. “Saya benar-benar kerja. Uang itu uang halal, saya tidak macam-macam,” aku Karin sambil menangis.

Tapi Donwori tidak percaya dengan perngakuan istrinya. Pertengkaran kecil akhirnya berubah jadi hebat. Sampai akhirnya Donwori mengusir Karin dari rumah. Bersama anak semata wayangnya yang masih berusia enam tahun, Karin pulang ke rumah orang tuanya di Klampis.

Beberapa kali mediasi dari keluarga tak membuat hati Donwori luluh dan sampai akhirnya keluar surat panggilan sidang cerai. “Saya masih cinta. Saya nggak mau cerai. Kasihan anak saya, dia masih butuh bapaknya,” keluh Karin.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore