
Aliran listrik Bright PLN Batam yang telah sampai di Kampung Belongkeng, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam. Hadirnya listrik menjadi babak baru kehidupan masyarakat pesisir Batam.
JawaPos.com- Masyarakat yang mendiami perkampungan di wilayan pesisir Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kini memasuki kehidupan baru. Mereka bisa berteduh di bawah naungan cahaya lampu. 24 jam, tidak hanya sore dan malam. Tempat tinggal mereka sudah tersambung aliran listrik Bright PLN Batam.
Bobi Bani, Batam
Kampung Belongkeng, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam, Kepri adalah satu dari beberapa kampung di pesisir Batam yang baru mendapat sentuhan listrik 24 jam. Bright PLN Batam, anak perusahan dari PT PLN Persero yang wilayah tugasnya di Kepri, seolah menjadi dewa penolong bagi warga di sana.
Kampung yang dihuni sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) itui telah menerima aliran listrik sejak awal tahun ini. Warga mengaku, kehidupan mereka menjadi lebih baik setelah ada listrik. Cahaya di kampung pesisir itu bagai gemerlap bintang yang begitu dekat,
Ditemui di kediamannya, di bagian ujung kampung, Lamah, 41, salah satu warga Belongkeng, tampak sibuk merapikan bagian beranda rumahnya. Beranda itu menyatu dengan pelantar (jalan dari kayu yang terhubung ke rumah warga, Red) yang panjangnya sekitar 100 meter. Bagian itu menjadi penghubung rumahnya dengan daratan.
Di rumah itu, ember-ember berisi air berjejer. Di dekatnya ada timbangan yang tergantung. Ada pula kotak es berwarna merah yang dijadikan tempat meletakan kepiting bakau yang masih segar. Kepiting-kepiting itu bak menari di dalam ember, saling tindih. Capitnya masih bergerak.
Di bagian dinding rumah, tergantung slang berwarna hitam. Fungsinya untuk menyalurkan air ke rumah.
Raut wajah Lamah terlihat semringah. Dia menceritakan manfaat positif sentuhan aliran listrik di desanya. Mulai dari murahnya biaya, kemudahan menjalani aktivitas harian, hingga meningkatnya produktivitas warga pesisir.
Sambil terus mejalani kesibukannya, ibu dua anak perempuan itu menerangkan perbandingan harga listrik Bright PLN dengan genset kampung yang jauh berbeda. Saat memakai genset, warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 180 ribu per bulan, Itu pun hanya berlangsung singkat. Mulai pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Sementara dengan listrik dari Bright PLN, ia cukup membayar Rp 150 ribu per bulan. Hidupnya jadi lebih nyaman karena mendapat pasokan listrik selama 24 jam dengan daya 10 ampere. Lebih dari cukup untuk memudahkan aktivitasnya sehari-hari.
Masuknya listrik 24 jam ini, membuat rumah papan sederhana miliknya sudah dilengkapi beberapa perlengkapaan elektronik. Lamah dan suaminya yang kebetulan adalah penampung (usaha membeli hasil tangkapan nelayan), sudah memiliki freezer. Freezer itu ditaruh di dapur rumah seluas 5x7 meter.
Dengan adanya freezer, wanita berhijab ini tidak lagi mengeluarkan uang tambahan untuk membeli es batu. Padahal sebelumnya, biaya es batu untuk ikan dan hasil tangkapan nelayan cukup besar. "Dulu (sebelum ada aliran listrik 24 jam) beli es. Sekarang kami malah jual es," kelakar Lamah.
Rumahnya yang berada di laut dan jauh dari sumber air, menjadi hambatan tersendiri sebelum masuknya listrik. Kala itu ia dan warga harus mengangkut air menggunakan ember atau jeriken dengan sepeda. Kemudian ember berisi air itu dipikul ke rumah melalui pelantar. Bayangkan, betapa beratnya hidup Lamah saat belum tersentuh aliran listrik.
Sekarang, semuanya sudah jadi lebih baik. Warga Belongkeng telah memiliki mesin pompa air yang aliran airnya sampai ke rumah-rumah. Dengan memanfaatkan listrik 24 jam, aliran air senantiasa ada untuk kebutuhan warga.
Sambil sesekali melayani warga yang datang menjual hasil tangkapan mereka, Lamah terlihat tangkas memilih Rajungan (hasil tangkapan nelayan). Dia membaginya sesuai ukuran. Memasukannya ke dalam keranjang, lalu menimbang dan langsung membayar sesuai dengan jumlah tangkapan nelayan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
