
UPACARA BENDERA: Seratusan anak-anak tengah mengikuti kegiatan Upacara Bendera di TK Islam Al Azhar 28 Solo Baru, Senin (10/9).
JawaPos.com - Seratusan anak-anak usia dini berbaris rapi di halaman TK Islam AL Azhar 28 Solo Baru. Dengan mengenakan seragam sekolah, mereka dengan seksama mengikuti Upacara Bendera sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Bagaimana keseruannya.
Sari Hardiyanto, Sukoharjo
Senin (10/9) pagi itu, suasana di TK Islam Al Azhar Solo Baru yang biasanya riang dan dipenuhi canda serta teriakan anak-anak, mendadak hening. Pasalnya pihak sekolahan mengadakan Upacara Bendera. Dengan seragam putih-putih, anak-anak usia dini tersebut dikenalkan dengan proses Upacara Bendera.
Dengan tertib, mereka mengikuti prosesi Upacara hingga selesai. Selain melatih kemampuan motorik dan pengendalian emosi, anak-anak tersebut juga diajarkan tentang rasa nasionalisme. Kelihatannya sepele, tetapi rasa penasaran jelas terpatri dalam wajah polos anak-anak tersebut. Setidaknya 5 bocah, ditunjuk menjadi petugas Upacara.
Dari penampilan, sudah terlihat jelas dari atribut yang dikenakan. Selain menggunakan sarung tangan, kopiah bagi laki-laki, mereka juga mengenakan atribut merah putih yang membuat mereka semakin eye catching.
Meski terkadang terlihat masih malu-malu, tetapi gaya dan penampilan mereka bak seorang anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Kelima bocah tersebut yakni Elang Santajaya, 6, Zahra, 6, Sakti, 6, Bagus Kinara, 5, dan Cyril, 6.
Senin (10/9) pagi itu, mereka bertugas dengan sempurna. Ada yang menjadi pemimpin upacara, dirijen hingga protol Upacara. Kepala Sekolah TK Al Azhar 28 Solo Baru, Reni Anggraini menjelaskan bahwa selain menanamkan rasa nasionalisme sejak dini, pelaksanaan Upacara tersebut juga melatih motorik dan emosi para siswa.
Selain itu, juga sebagai ajang perkenalan simulasi Upacara Bendera di Sekolah Dasar nantinya. "Program ini sudah berjalan cukup lama sekitar 4 tahun. Meski tidak secara full, tapi kami mencoba untuk konsisten," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (10/9).
Pelaksanaan Upacara Bendera tersebut, imbuhnya, diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri bagi petugas Upacara dan guru kelas. "Jadi untuk petugasnya diambilkan dari TK B. Kenapa? Karena selain lebih matang baik dari segi emosi dan umur, beberapa petugas diambil dari yang sudah bisa membaca," jelasnya.
Selain menyanyikan Indonesia Raya dalam prosesi Upacara, mereka juga menyanyikan pilihan lagu wajib. Kali ini lagu yang dipilih yakni Hari Merdeka. "Jadi tidak full prosesinya. Jadi setelah prosesi ikrar dilanjutnya dengan Upacara, urutannya begitu," bebernya.
Saat disinggung terkait persiapan latihan Upacara, menurutnya tidak terlalu lama dan hanya satu kali, yakni pada Jumat (7/9). Kendati demikian, semua berjalan dengan lancar. "Kalau ada yang kebetulan berhalangan tidak bisa menjadi petugas, biasanya sudah ada cadangan. Jadi tidak ada masalah. Anak-anak cepat menangkap," papar dia.
Lebih lanjut, Reni berharap Upacara Bendera tersebut dapat memumpuk rasa nasionalisme para anak didik. Selain dibekali dengan iman dan takwa, para anak didik juga harus dibekali dengan rasa cinta tanah air. "Menjadi petugas Upacara ini biasanya sangat dinantikan oleh anak-anak. Karena setiap anak hanya mendapatkan kesempatan sekali dalam setahun," pungkasnya.
Sementara itu, Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Koentjoro mengapresiasi sekolah yang memberikan rasa penanaman nasionalisme kepada anak didiknya sejak dini. “Itu bagus dan perlu. Karena banyak yang nggak paham. Dalam proses belajar itu ada proses dipikir, dirasakan dan dilaksanakan,” ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (10/9).
Dengan pembelajaran sebagai petugas upacara, anak didik tentunya mendapatkan pelajaran lebih dari sekedar sisi emosional. “Menjadi pelaksana upacara itu artinya menjadi bagian yang merasakan dan melaksanakan. Itu bagus,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
