
Suherman Menunjukan dokumen langka yang menggambarkan kekejaman Wirdjo di tahun 1987 di Banyuwangi, Jawa timur.
JawaPos.com - Aksi pembantaian yang dilakukan Wirdjo menjadi fenomenal di Banyuwangi, Jawa timur (Jatim) di tahun 1987 silam. Belasan nyawa melayang dan puluhan terluka dibabat senjata tajam oleh hanya seorang pria berumur 35 tahun.
Dari kejadian itu, ada sosok Suherman, 62, warga Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi, yang turut menjadi satu dari sekian banyak saksi mata tragedi memilukan tersebut.
Waktu itu, hari yang akan dikenang selamanya oleh Petugas RSUD Blambangan. Kejadian itu bahkan menjadi pengalaman kerja paling berkesan sepanjang karirnya.
Pagi, sekitar pukul 08.00, bapak dua anak ini sudah bersiap menunggu proses operasi di ruangan. Rencananya, bersama kru lainnya di ruangan tersebut, dia akan melakukan tindakan operasi terhadap seorang pasien.
Kru medis rumah sakit pun sudah bersiap di ruangan. Pasien yang akan menjalani proses operasi. Pembiusan pun sudah dilakukan yang menandakan tindakan pembedahan segera bisa dilaksanakan.
Namun tiba-tiba, pesawat telepon di dalam ruangan operasi berdering nyaring. Suherman langsung bergegas menerima panggilan telepon itu.
Tidak lama kemudian, percakapan lewat sambungan alat komunikasi itu berakhir. Telepon yang kemudian diketahui dari Unit Gawat Darurat (UGD) itu, meminta seluruh kru operasi untuk pergi bergeser ke UGD.
Situasi yang benar-benar gawat darurat, membuat operasi terpaksa dibatalkan. “Pasien sudah dibius dan masuk ruangan. Tapi akhirnya ditunda karena kepala UGD meminta kami untuk membantu tindakan medis di sana,” kenang Suherman saat ditemui di rumahnya kemarin (5/8).
Seluruh kru kamar operasi pun bergegas menuju UGD. Pemandangan memilukan pun tersaji di ruang gawat darurat. Beberapa pasien tergeletak di atas ranjang ruangan emergency itu.
Lantaran saking banyaknya korban, beberapa pasien pun terpaksa harus rela tergolek di lantai ruangan dengan alas seadanya.
Ada yang datang menggunakan sepeda motor. Bahkan beberapa di antaranya korban datang secara rombongan dengan menggunakan kendaraan bak terbuka.
Pasien terus datang secara bergelombang di UDG RSUD Blambangan saat itu. Ada korban yang masih anak-anak hingga lelaki yang sudah lanjut usia.
Semakin siang, jumlah pasien korban pembacokan Wirdjo yang memenuhi ruangan UGD semakin banyak. Kasus yang dialami pasien ini pun sama. Mereka mengalami luka bekas sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuh.
Ada yang mengalami luka di bagian kepala, leher, pundak, tangan, perut, hingga luka sabetan di kaki. Tragisnya, ada beberapa korban yang datang ke UGD dalam kondisi sudah dalam meninggal dunia.
Pasien yang sudah meninggal dunia, langsung dipindahkan ke kamar mayat. Ini membuat situasi kamar mayat hampir mirip dengan UGD. Darah segar berceran dimana-mana.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022