Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 September 2018 | 22.05 WIB

Ketika Jamaah Haji Indonesia Berburu Potongan Kiswah di Makkah

Sholeh menunjukkan potongan kiswah yang dibelinya dengan mahar Rp 100 juta. - Image

Sholeh menunjukkan potongan kiswah yang dibelinya dengan mahar Rp 100 juta.


Butuh akses khusus jika ingin membeli kiswah. Kalau ingin menguji keasliannya, ambil sedikit benangnya, lalu bakar.


Laporan FIRZAN SYAHRONI dari Makkah


---


MUSIM haji hampir selesai. Inilah saatnya berburu oleh-oleh. Mendatangi mal, toko, hingga pasar-pasar tradisional di Makkah.


Sebagaimana yang terpantau Jawa Pos sepanjang pekan lalu, di Pasar Jaafaria, misalnya, ratusan orang yang mengenakan tas kecil berbendera Indonesia keluar masuk lapak pedagang.


Mereka membeli oleh-oleh berupa serban, sajadah, tasbih, gantungan kunci, hingga suvenir khas Saudi.


Tapi, ada sebagian jamaah yang memilih memburu barang-barang langka. Salah satunya adalah potongan kiswah alias kain pelindung Kakbah. Mereka yang mengincar kiswah tidak keluar masuk toko.


Sebab, kiswah memang tidak dijual bebas. Hanya orang-orang tertentu yang memilikinya. Biasanya, potongan kiswah hanya dimiliki pejabat atau keluarga besar Kerajaan Saudi.


Salah seorang yang beruntung bisa membeli kiswah adalah Mohammad Sholeh, jamaah haji asal Surabaya. Pria yang berprofesi advokat itu sudah sembilan kali berkunjung ke Tanah Suci.


Selama itu pula, dia memburu potongan kiswah ke banyak tempat. "Setelah sembilan tahun mencari, baru sekarang menemukan kiswah," kata Sholeh saat ditemui Jawa Pos di Makkah pekan lalu.


Dia lantas menunjukkan kiswah yang baru didapatnya. Kain itu berukuran sekitar 50 x 70 cm dan dihiasi kaligrafi emas bertulisan Ya Rahman Ya Rahim. "Teman saya sudah memeriksa di toko emas. Benang kaligrafi ini benar-benar terbuat dari emas," kata Sholeh.


Dia mendapatkan kiswah itu atas bantuan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang memiliki hubungan baik dengan petinggi Saudi. Mahar yang dibayar Sholeh mencapai Rp 100 juta.


Bagi Sholeh, mahar sebesar itu termasuk murah. Dia lantas membandingkannya dengan kiswah milik mantan Menteri Agama Surya Dharma Ali (SDA) yang dilelang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kiswah milik SDA saja dilelang laku Rp 450 juta," ungkap Sholeh.


Sholeh yakin kiswahnya asli. Dia berlogika, jika kiswah itu palsu tentu jumlahnya banyak dan mudah dibeli di toko-toko. "Sebab, orang-orang sedunia memburunya."


Selain itu, warga Arab tidak suka mengoleksi kiswah karena dianggap syirik dan bidah. "Karena itu, pembesar Saudi mudah memberikannya ke orang lain," ucap Sholeh.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore