Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 18.35 WIB

Korban Selamat Kecelakaan Maut KA di Lumajang Pegang Tangan Anak dan Geleng Kepala saat Mata Mau Dicek

BELUM DIPERIKSA: Bayu Trinanto, sopir Elf, dirawat di RS Bhayangkara Lumajang kemarin. - Image

BELUM DIPERIKSA: Bayu Trinanto, sopir Elf, dirawat di RS Bhayangkara Lumajang kemarin.

Warsito, satu di antara empat korban minibus Elf yang ditabrak KA Probowangi, sudah sadar, tapi belum bisa bicara dan buka mata. Bayu Trinanto, sopir minibus, masih mengeluhkan kepalanya yang sakit berat.

RAMADHONI CAHYA, Surabaya-M. HASBI, Lumajang

---

TANGAN Warsito memegang kuat-kuat tangan sang anak, Margo Setiawan. Kepalanya beberapa kali menggeleng.

”Bapak enggak mau pas dokter mau cek kondisi matanya,” kata Margo menceritakan reaksi sang bapak saat masih dirawat di RSUD dr Haryoto, Kabupaten Lumajang, kepada Jawa Pos yang menemuinya di Surabaya kemarin (21/11).

Warsito merupakan satu di antara empat korban selamat kecelakaan maut di jalur perlintasan langsung (JPL) di Dusun Prayuana, Desa Ranupakis, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (19/11) malam. Tiga korban selamat lainnya adalah Bayu Trinanto (sopir), Ardhika, dan Alen Orlin Firmansyah. Bayu dan Ardhika masih dirawat di Lumajang, sedangkan Warsito dan Alen di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Sementara itu, 11 orang lain yang merupakan rombongan reuni SMA Indah Mardi, Surabaya, meninggal di lokasi. Mereka menumpangi minibus Isuzu Elf dan tertabrak Kereta Api (KA) Probowangi relasi Banyuwangi–Surabaya saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu dan penerangan.

Semula, setelah kecelakaan, pria 60 tahun itu dirawat di RSUD dr Haryoto, Lumajang. Namun, atas permintaan keluarga untuk memudahkan pendampingan selama perawatan, dia dipindahkan ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, bersama dengan Alen.

Sampai kemarin, kata Wawan, panggilan Margo Setiawan, sang bapak yang tinggal di Banyu Urip Wetan, Surabaya, sudah sadar dan mampu menggerakkan anggota badan. Namun, Warsito belum bisa berbicara dan membuka mata.

BELUM DIPERIKSA: Foto para korban kecelakaan maut yang diamankan Reskrim Polres Lumajang seusai olah TKP kemarin.

Sewaktu di Lumajang, Wawan mendapatkan informasi dari pihak RS bahwa ayahnya mengalami gegar otak ringan-sedang. Saat dia meminta kepindahan ke Surabaya, tim dokter memberitahukan risiko pemindahan lantaran ada luka pada bagian kepala. ”Akhirnya, saya tanda tangan diketahui kedua belah pihak. Tahu sendiri lah risikonya apa,” ujarnya.

Wawan menyebut sang bapak sedianya dioperasi kemarin sore. Namun, tensinya belum stabil, bahkan sempat di atas 200. ”Tim medis memutuskan menunggu tensi berada di kisaran 100/60,” katanya.

Kabar kecelakaan yang dialami Warsito dan rombongan diterima keluarga pada Minggu malam. Yang pertama mengabari adalah istri sopir yang tinggal di Kembang Kuning Kulon, Surabaya.

Sringah, istri Warsito, tak langsung percaya. Sampai kemudian, dia membaca di pemberitaan media dan melihat nama sang suami masuk dalam daftar korban. Dia, Wawan, dan istri sopir tersebut segera berangkat bersama menuju Lumajang. ”Awalnya, saya kira bohong karena yang lain nggak kasih info apa-apa,” jelas Sringah di rumahnya.

MASIH DIRAWAT: Sringah memperlihatkan foto sang suami, Warsito, di Surabaya Selasa (21/11).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore