
Samsul Arif dan SAH menunjukkan hasil pemeriksaan mata kanan yang buta setelah dicolok kakak kelasnya dengan tusuk bakso.
Sudah 43 hari SAH tidak masuk sekolah. Dia juga enggan bermain dengan teman sebayanya di rumah. Samsul Arif, sang ayah, masih berjuang mencari pelaku yang membuat penglihatan sebelah kanan anaknya hilang.
GALIH WICAKSONO, Gresik
SETELAH peristiwa tragis 7 Agustus lalu, penglihatan SAH kini terbagi menjadi dua. Mata kirinya mampu melihat beragam warna, orang tua, saudara dan teman-temannya, hingga benda-benda di sekelilingnya. Layaknya orang normal. Namun, mata kanannya gelap total.
SAH adalah siswi SDN 236 Gresik yang menjadi korban kekerasan siswa lain. Mata kanannya dicolok dengan tusukan bakso. Sebab, dia tak bersedia menyerahkan uang saat dipalak. Akibatnya, mata kanannya kini buta.
Saat Jawa Pos berkunjung ke rumahnya kemarin (17/9), SAH tak seriang biasanya. Siswa kelas II itu enggan bermain dengan teman-teman sebayanya. Sudah 43 hari SAH tidak masuk sekolah. Sehari-hari dia memilih menyendiri, menonton YouTube di rumahnya dengan mata kirinya.
Saat mata kirinya ditutup, SAH tidak bisa melihat apa pun. Semuanya gelap. Ketika mata kanannya ditutup, SAH harus memosisikan mata sebelah kiri agar mampu melihat dengan jelas.
Ayah SAH, Samsul Arif, saat ini tengah mencari keadilan bagi anaknya. Segala usaha dia lakukan untuk menemukan pelaku yang membuat mata anaknya buta sebelah.
Dia sempat dijanjikan pihak sekolah melihat kejadian tersebut lewat CCTV. Sayangnya, janji itu belum terwujud.
Menurut dia, pihak sekolah malah mencari-cari alasan tentang kebutaan yang dialami SAH. Katanya, penglihatan SAH hilang karena terjatuh tiga bulan lalu.
Karena merasa dipersulit, pria 36 tahun itu akhirnya melapor ke polisi. Dari laporan tersebut, pihak sekolah memberikan rekaman CCTV, namun pada Mei. Rekaman gambar saat kejadian tidak diberikan dengan alasan rusak.
”Saya itu sebetulnya penginnya baik-baik. Hanya ingin melihat CCTV, tapi ditolak. Malahan anak saya buta dianggap karena terjatuh tiga bulan sebelumnya,” kata Samsul.
Di SDN 236, ada empat sampai lima CCTV yang terpasang. Salah satunya berada di atas lorong tempat mata SAH dicolok. Samsul memutuskan melapor ke Polsek Menganti dan meminta bantuan ke Bhabinkamtibmas Polsek Menganti agar bisa melihat CCTV.
”Tapi, bhabinkamtibmas baru merespons empat hari setelah saya meminta bantuan. Tahu-tahu, katanya Pak Bhabin sudah melihat CCTV. Padahal, saya minta agar dilihat secara bersama-sama. Akhirnya, saya lapor ke kepala desa dan Polres Gresik,” kata Samsul.
Sejatinya, Samsul sempat mencari pelaku setelah mengetahui putri pertamanya buta permanen. Dia mendatangi sekolah dan mengajak anaknya masuk ke kelas III sampai kelas VI. Namun, saat itu putrinya tidak berani menunjuk siapa pelakunya.
”Sampai sekarang saya tidak tahu itu kakak kelasnya atau orang luar. Karena saat itu memang sekolah lagi menggelar lomba, jadi nggak tahu itu orang luar atau murid lain pelakunya,” jelasnya. (*/c6/aph)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
