Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 19.16 WIB

Sersan Aditya Utoyo, Personel US Army, ”Jembatan Penghubung” dalam Latihan Bersama dengan TNI-AL

PULANG KAMPUNG: Aditya Utoyo di Puslatkaprang Mako Koarmada II, Surabaya. - Image

PULANG KAMPUNG: Aditya Utoyo di Puslatkaprang Mako Koarmada II, Surabaya.

Suasana Saling Menghormati di Lingkungan Kerja yang Bikin Betah

Berangkat ke Negeri Paman Sam untuk kuliah, jalan hidup Aditya Utoyo berbelok saat melihat pengumuman rekrutmen tentara AS lewat sebuah flyer. Jadi tempat jujukan rekan-rekannya bertanya tentang Indonesia, mulai soal batik sampai makanan.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

---

AWALNYA ragu, khawatir tak bisa menahan pedas sambalnya. Namun, akhirnya semangkuk rawon itu disantap juga.

Dan, rasanya sesuai dengan ekspektasi. ”Sambalnya pedas banget, tapi nagih,” ujar Aditya Utoyo saat menceritakan kesempatan menjajal rawon selama berada di Surabaya kepada Jawa Pos.

Sejak 2009, pria kelahiran Jakarta itu berdomisili di Amerika Serikat (AS). Bahkan, sejak 2014 dia tercatat menjadi personel US Army atau Angkatan Darat AS. Karena itu, setiap dia berkesempatan pulang ke Indonesia, berburu makanan yang lama tak dijumpai menjadi ritual wajib.

Dari awalnya berkuliah di Montgomery College di Rockville, Maryland, jalan hidup Utoyo berubah saat mendapatkan info rekrutmen tentara lewat sebuah flyer (pamflet). Dia pun mendaftar melalui jalur Military Accessions Vital to the National Interest (MAVNI), semacam program rekrutmen oleh Departemen Pertahanan AS untuk para pendatang legal dengan keterampilan tertentu agar bisa direkrut ke dinas militer.

Utoyo lolos dan kini pria berpangkat sersan itu ditempatkan di Hawaii. Sejak 1 September sampai 13 September, seiring latihan bersama (latma) US Army dengan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) di Markas Koarmada II, Semampir, Surabaya, dia pun berkesempatan pulang kampung meski tidak ke Jakarta.

Peran Utoyo cukup penting dalam latma tersebut. Selama latihan berlangsung, pria 31 tahun itu bertugas sebagai penerjemah. Tepatnya penyambung informasi antar kedua negara untuk menghindari miskomunikasi.

”Bukan hanya bahasa, cukup banyak tentara AS yang juga penasaran dengan kebudayaan dan kesenian Indonesia,” ungkap ayah dua anak tersebut.

Utoyo tumbuh besar di Jakarta. Setelah lulus SMA pada 2009, dia baru melanjutkan perguruan tinggi ke Negeri Paman Sam. Bergabung dengan militer negeri orang tak lantas membuatnya menanggalkan kewarganegaraan Indonesia.

Indonesia tetap menjadi bagian tak terpisahkan darinya. Dia selalu kangen mudik. Apalagi, orang tuanya masih tinggal di negeri tempat dia dilahirkan dan dibesarkan ini.

Selama sembilan tahun bertugas sebagai personel US Army, Utoyo tak pernah mendapatkan diskriminasi. Lingkungan tempatnya bekerja tak pernah mempersoalkan dari mana dia berasal.

Justru sebaliknya: sangat menghormatinya. Termasuk untuk kepercayaan yang dianut. Para rekan kerja bahkan kerap mengingatkan Utoyo yang muslim untuk salat ketika waktunya tiba.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore