PAMERKAN PRODUK: Anggota eSteam, student company SMKN 5 Surabaya, mengolah kulit jeruk dan cangkang telur menjadi kosmetik.
Sejak didirikan tahun lalu, eSteam menjadi laboratorium bagi siswa SMKN 5 Surabaya. Mereka berhasil mengolah kulit jeruk dan cangkang telur menjadi kosmetik. Produk buatan siswa itu pun laku di pasaran.
AZAMI RAMADHAN, Surabaya
SISWA SMKN 5 Surabaya yang tergabung dalam eSteam, perusahaan siswa atau student company, membuat sejumlah karya yang laku di pasaran. Mereka mengubah limbah dan benda yang tidak terpakai seperti sisa kulit jeruk serta cangkang telur menjadi kosmetik.
eSteam terbentuk sejak 5 Agustus 2022. Perusahaan yang dibentuk dan dipimpin siswa itu menjadi laboratorium bagi pelajar. Di tempat tersebut, mereka mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membuat karya. Anggota student company itu berjumlah 25 siswa. Layaknya perusahaan, eSteam memiliki struktur organisasi yang cukup lengkap.
Mulai president director, corporate secretary, HRD, public relation, production, commercial, hingga finance. Presiden Director eSteam Muhammad Ilham mengatakan, di awal pembentukannya, eSteam membuat dua produk. Mereka mengolah sisa cangkang telur dan kulit jeruk jadi kosmetik.
Kini eSteam sudah menghasilkan empat produk kosmetik. Mayoritas berbahan limbah kulit jeruk dan cangkang telur. Terbaru, mereka mengolah daun pandan sebagai tas. ”Total ada lima produk yang sudah kami buat,” ucap Ilham.
Perjalanan perusahaan tentu ada pasang surutnya. Ilham ingat betul momen awal-awal tahun. Saat itu, penjualan produk anjlok. Dalam sepekan, terhitung hanya 10 item yang laku terjual.
Ilham segera meminta seluruh anggota eSteam turun menjual produknya. Kebijakan itu menuai hasil. Dalam sehari, dua produk utama hasil olahan kulit jeruk dan cangkang telur terjual 200 pieces.
”Itu di luar dugaan, jadi Februari sampai Mei terjual 821 produk,” kata siswa 17 tahun itu.
Sejalan dengan meningkatnya penjualan produk, pendapatan eSteam juga meningkat drastis. Pemasukan dua kali lipat ketimbang April, dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 4 juta lebih. Capaian itu membawa eSteam ke Jakarta untuk mengikuti event Indonesia Student Company Competition (ISCC) 2023 pada September mendatang.
’’Ya awalnya nggak nyangka, ternyata kami bisa operasikan sebuah perusahaan,” tutur siswa teknik kimia industri itu.
Wali kelas sekaligus guru kimia industri Nanda Luktinia Firial bangga dengan torehan peserta didiknya. Bagi dia, eSteam mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan siswa sebelumnya.
”Misalnya, ada perubahan perilaku, di interaksi sosial dan lainnya. Ada yang jual produk dan bertemu dengan ratusan orang, padahal awalnya pendiam,” kata pembina eSteam Student Company tersebut. (*/c6/aph)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
