
KUNJUNGAN: Ketua Beta UFO Indonesia Reza Wardhana (kiri) usai berdiskusi dengan beberapa pihak mengenai komik Tin-Tin yang berkaitan dengan UFO.
Komunitas Beta UFO Indonesia sempat turun memelototi fenomena crop circle di area persawahan Sleman, Jogjakarta. Kini, mulai banyak yang beranggapan UFO tidak berasal dari luar angkasa, tapi merupakan mesin penjelajah waktu hingga dari dimensi lain.
RAMADHONI CAHYA C., Surabaya
DARI riset komunitas Beta UFO Indonesia, UFO ternyata pernah singgah di langit Surabaya. Tepatnya pada Agustus 2000. Benda melayang yang tak teridentifikasi itu terlihat kakak-adik yang tengah mengamati gemintang.
Ketua Beta UFO Indonesia Reza Wardhana yang mewawancarai kakak-adik itu menceritakan, saat kejadian, tiba-tiba ada satu titik cahaya terang yang melesat cepat. Benda yang mirip pesawat tersebut terbang rendah, tak bersuara, dan arahnya menuju dua pemuda itu. Sekilas bentuknya mirip berlian dengan lampu warna-warni di setiap sudutnya.
”Saya wawancara dua kakak-adik itu di waktu yang berbeda, jawabannya sama. Uniknya, ada missing time dan mereka sadar pas sudah pagi,” ungkapnya Selasa (4/7).
Reza mengakui, cerita atau pengakuan semacam itu sering kali tidak diindahkan. Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Itu disebabkan masih kurangnya pemahaman tentang benda terbang asing. Banyak juga yang masih mengaitkannya dengan hal-hal mistis.
”Tapi, ada juga yang tertarik atau bahkan diam-diam percaya,” kata dia.
Lalu, apa semua benda terbang yang tidak teridentifikasi itu adalah UFO? Bagi Reza, UFO merupakan sesuatu yang diduga lebih mengarah ke bukan buatan manusia. Menurut dia, kedatangan UFO bakal membawa perubahan pada umat manusia dalam teknologi atau pemikiran. ”Entah dampak positif atau negatif,” ucapnya.
Menurut Reza, di Indonesia, setidaknya ada 400 kejadian penampakan UFO yang terdata. Komunitas Beta UFO Indonesia turut memverifikasi foto, video, ataupun kisah pesawat yang konon dari luar angkasa itu. Setelah dicek, sejumlah dokumentasi ternyata palsu atau hasil editan. ”Kalau palsu biasanya gambar UFO jelas dan posisinya pas di tengah,” terang pria 34 tahun itu.
Metode verifikasinya memakai sistem scoring indikator dengan rumus tertentu. Jika persentasenya di atas 50 persen, sangat mungkin foto atau video itu kredibel. Pihaknya baru saja bertemu dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas hal itu.
Komunitas Beta UFO Indonesia dibentuk pada 26 Oktober 1997. Total anggotanya sekitar 15 sampai 20 orang dari berbagai kalangan. Mulai pekerja hingga akademisi yang memiliki pandangan berbeda terhadap UFO. Mereka sempat menganalisis fenomena crop circle di area persawahan Sleman, Jogjakarta. Mereka yakin pola yang terbentuk itu bukanlah buatan manusia.
Menurut Reza, saat ini mulai ada pergeseran persepsi terhadap asal-usul UFO. Banyak yang beranggapan benda terbang itu tidak lagi berasal dari luar angkasa. Kajian populer menyebutkan pesawat itu adalah time traveler atau penjelajah waktu hingga dari dimensi lain.
Oleh karena itu, pemaknaannya tidak boleh sembarangan agar tidak terjerumus pada hal-hal mistis. ”Bumi punya potensi lebih dibandingkan planet lain sejauh yang kita tahu di tata surya,” tutur dia.
Masih ada berbagai cerita lain yang Reza kisahkan tentang UFO. Dalam waktu dekat, komunitas Beta UFO Indonesia menggelar berbagai kegiatan. Mulai diskusi, pameran, hingga acara umum yang dapat dinikmati masyarakat. Apalagi, komunitas itu sudah berbadan hukum. Reza berpesan, orang yang pernah melihat penampakan UFO hendaknya segera melapor ke komunitasnya. ’’Enggak usah segan melapor,” kata alumnus Universitas Airlangga (Unair) itu. (*/c7/aph)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
