
ANCAM MUNDUR: Timnas Serbia ancam walk out dari kejuaraan Euro 2024. (X/@FSSrbije)
JawaPos.com – Serbia mengancam akan menarik diri dari keikutsertaanya pada ajang Euro 2024. Mereka menuntut UEFA bersikap tegas terhadap pendukung Kroasia dan Albania atas dugaan nyanyian kebencian.
Dilansir melalui Sky Sport pada Sabtu (22/6), Federasi sepak bola Serbia (FSS) melalui Sekretaris Jenderal, Jovan Surbatovic secara resmi telah mengajukan keluhannya kepada Badan Pengatur Sepak Bola Eropa (UEFA), mengklaim perilaku rasis dari penggemar Kroasia dan Albania dalam pertandingan di Hamburg, Rabu (19/6), yang meneriakkan kalimat: ‘Bunuh, bunuh, bunuh Serbia’.
Dalam laporan tersebut, Serbia menuntut kepada UEFA untuk memberikan sanksi tegas kepada para pendukung Kroasia dan Albania yang bersikap rasis.
Sebelumnya, FSS juga telah meminta UEFA untuk memulangkan seorang jurnalis yang mengarahkan isyarat tangan elang Albania kepada penggemar Serbia saat melawan Inggris, Senin (17/6). Dan, UEFA sudah mengabulkan permintaan tersebut.
Melihat hal ini, FSS yakin UEFA akan memberikan sanksi kepada Kroasia dan Albania. Namun, apabila UEFA tidak mengambil tindakan, Serbia mengancam akan menarik diri dari Euro 2024.
“Apa yang terjadi adalah skandal dan kami akan meminta sanksi UEFA, bahkan jika itu berarti tidak melanjutkan kompetisi. Jika UEFA tidak menghukum mereka, kami akan memikirkan bagaimana melanjutkannya,” ujar Subartovic berbicara jelang laga Grup C Serbia menghadapi Slovenia pada Kamis (20/6).
Insiden ini menjadi salah satu dari beberapa provokasi yang melibatkan negara-negara Balkan di turnamen tersebut, mencerminkan ketegangan etnis regional yang telah bertahan sejak perang berdarah era 1990-an ketika Yugoslavia runtuh. Negara-negara Balkan telah membuat UEFA sibuk sejak turnamen dimulai minggu lalu.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Serbia juga telah didakwa oleh UEFA setelah pendukung mereka menampilkan spanduk yang mengirimkan pesan provokatif yang tidak layak dalam acara olahraga, termasuk melemparkan benda ke dalam stadion.
Tuduhan itu datang setelah Federasi Sepak Bola Kosovo mengeluh kepada UEFA tentang penggemar Serbia yang menampilkan pesan politik, chauvinistic dan rasis terhadap Kosovo saat kalah 1-0 atas Inggris.
Menanggapi tuduhan itu, Subartovic mengatakan: “Kami dihukum untuk kasus-kasus yang terisolasi di mana penggemar kami berperilaku jauh lebih baik dibanding penggemar tim lain. Salah seorang oknum fans dihukum atas hinaan rasis dan kami tak ingin itu dikaitkan dengan fans lain.”
“Kami orang Serbia adalah pria terhormat dan berlapang dada, jadi saya memohon kepada para penggemar untuk bersikap sebagaimana pria terhormat,” lanjutnya.
Kabar terbaru, UEFA telah memberikan pernyataan resminya dan telah meluncurkan penyelidikan terhadap potensi perilaku rasis atau diskriminatif yang dilakukan oleh para pendukung.
Namun, belum diketahui kapan UEFA akan mengumumkan hasil dari penyelidikan ini, langkah tegas dari UEFA akan menjadi krusial dalam menegakkan keadilan dan fair play dalam sepak bola.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
