alexametrics

Empat Bulan Teater Tak Beroperasi, Apa Kabar JKT48 Saat Ini?

25 Juli 2020, 11:48:04 WIB

JawaPos.com – Pandemi virus korona jenis baru (Covid-19) menghantam berbagai sektor. Termasuk dunia hiburan yang berimbas pada grup idola JKT48. Berbagai kegiatan terutama pertunjukan rutin di teater yang dihentikan membuat pemasukan berkurang. Bagaimana kondisi JKT48 saat ini?

Bagi yang bukan penggemar, pertunjukan rutin di Teater JK48 yang berlokasi di lantai 4 mal FX Sudirman seperti pondasi rumah. Implementasi dari konsep idol you can meet atau idola yang dapat ditemui setiap hari. Di teater, penggemar dan idolanya bisa bertinteraksi secara langsung.

Dalam sekali pertunjukan, teater tersebut mampu menampung 300 penggemar. Harga tiketnya Rp 120 ribu. Teater beroperasi setiap hari, kecuali Senin. Meski JKT48 sudah berusia delapan tahun, animo fans untuk menonton tetap tinggi. Pertunjukan teater kerap full house.

Namun, pandemi mengubah semuanya. Teater JKT48 yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat kena imbas aturan larangan berkumpul. Mulai 17 Maret 2020, teater tidak beroperasi. Dari yang awalnya hanya ditutup sementara, berlangsung hingga sekarang.

Itu berarti, hingga hari ini, teater sudah tidak beroperasi selama 130 hari atau empat bulan delapan hari. Pada Selasa (21/7), GM Teater JKT48 Melody Nurramdhani Laksani mengakui jika dampak pandemi sangat berat. Pertunjukan teater dan handshake event tidak dapat digelar. Begitu juga job off air, banyak yang batal atau ditunda.

’’Di satu sisi, untuk tetap menjalankan grup ini tetap ada berbagai pengeluaran yang tidak bisa dihindari,’’ kata Melody saat ditemui di FX Sudirman.

Mantan member JKT48 itu belum tahu pasti kapan teater akan beroperasi lagi. Yang pasti, manajemen terus mempersiapkan diri. Seperti melakukan simulasi pertunjukan di era new normal. Seperti mengurangi kapasitas hingga sepertiga atau menjadi 100 orang, hingga penerapan protokol kesehatan.

Menonton pertunjukan JKT48 memang tidak seperti show penyanyi lain. Fans JKT48 sangat bersemangat dan kerap meneriakkan chant atau member call. Ini meningkatkan risiko droplet yang merupakan salah satu cara menyebarnya Covid-19. Itulah kenapa, nanti pasti ada banyak penyesuaian. ’’Saat kita mulai buka lagi, harus mengikuti protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan semua pihak,’’ tutur Melody.

Harapan dibukanya lagi pertunjukan teater sebenarnya ada. Salah satu momentum menurut Melody adalah rencana dibukanya bioskop. Jika bioskop yang juga menjadi tempat berkumpulnya orang bisa beroperasi, teater akan mengikuti. Meski, tidak dalam waktu yang bersamaan. Paling cepat, dua minggu setelah bioskop buka.

’’Sebab, masih harus menunggu izin. Setelah ada izin juga tidak bisa langsung buka, pasti lihat situasi dan kondisi dulu,’’ imbuhnya.

Menjaga Lewat Video Call dan Teater Live Streaming

Hubungan antara idola dan fans tidak boleh terlalu lama vakum. JKT48 Operational Team (JOT) memutar otak untuk menjaga interaksi keduanya. Dari berbagai opsi, video call akhirnya diloloskan untuk menjadi solusi. Meski Melody mengakui masih jauh dari sempurna, dia lega karena respons fans positif. Video call menjadi jembatan sementara untuk mengobati kangen dan komunikasi dengan idolanya.

Meski positif, Melody bilang kalau video call belum bisa menggantikan benefit jika dibandingkan dengan teater maupun handshake event. Namun, dia tetap bersyukur karena fans tetap bersama JKT48. ’’Kita sangat bersyukur banyak fans yang berkontribusi membantu kita berjuang untuk bisa bertahan melalui masa sulit ini,’’ ungkap Melody.

Selain video call, JKT48 mencoba menjaga eksistensi dengan memperbanyak konten di YouTube dan sosial media. JKT48 juga ada kerja sama dengan RCTI+ yang memungkinkan live streaming beberapa lagu dari teater. ’’Tapi itu sifatnya masih fans service ya, meskipun pasti kita sudah punya rencana untuk ke tahap selanjutnya,’’ tambahnya.

Proses produksi pertunjukan teater live streaming dilakukan tanpa melibatkan fans. (DentsuXentertainment via Instagram JKT48)

Untuk live streaming, ada keuntungan juga bagi member JKT48. Sebab, mereka akhirnya bisa bertemu lagi, naik panggung lagi, dan perform lagi. Manajemen bungah karena respons fans di sosial media juga positif. Hal yang makin membuat member ingin kembali tanpil rutin di teater.

’’Kangennya fans mungkin terobati. Tapi kangennya member melihat ada fans yang menonton mereka perform justru belum. Sebab, fans tidak hadir secara fisik,’’ ucap Melody.

Sebagai mantan member JKT48, Melody tahu betul bagaimana bedanya perform di depan fans dan hanya kamera. Dia bilang, show di teater itu punya ciri khas interaksi dengan penggemar. Jadi, tidak hanya satu arah dari member saja. Makin meriah karena ada teriakan dan chant dari fans yang memberikan energi kepada member.

Menurut Melody, itu adalah dua unsur yang menyatu. Membentuk atmosfir hingga adrenalin yang luar biasa. ’’Itu sih yang live streaming dengan segala kelebihannya tidak bisa menggantikan pertunjukan langsung di depan fans,’’ jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads