
Photo
JawaPos.com — Atta Halilintar mengajak sejumlah selebriti kenamaan anah air sebagai cameo dalam debut filmnya sebagai sutradara. Suami Aurel Hermansyah itu mengajak Ashanty, Yayan Ruhian, hingga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai cameo dalam film garapannya, Ashiap Man.
“Kita melibatkan cameo yang keren keren ya. Ada bunda Ashanty, ada Arsy Hermansyah, ada Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Kang Yayan, Panji (Petualang), ada adik adikku juga ada di sini. Kalau nonton dari awal sampai akhir kayak muncul terus cameo cameo yang seru seru,” kata Atta Halilintar di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan Kamis (3/2) malam.
Film Ashiap Man mengangkat cerita tentang pahlawan. Bukan pahlawan superhero ala Marvel. Gambaran pahlawan dalam film yang akan tayang mulai 10 Februari mendatang, digambarkan sangat manusiawi yang dapat dicontoh oleh para penonton untuk diaplikasiskan di kehidupan nyata.
“Film ini sarat akan motivasi untuk anak-anak muda zaman sekarang. Nggak ada yang instan untuk bisa menjadi hebat, ada prosesnya, ada tangga tangga yang harus dilewati menuju tumbuh,” tuturnya.
Chand Parwez selaku produser mengatakan dirinya sejak dulu sudah punya keinginan membuat film tentang pahlawan super versi Indonesia. Yang ada dalam gambarannya bukan pahlawan super seperti Superman, Spider Man atau Iron Man. Dia ingin mengangkat pahlawan super secara manusiawi dengan semangat yang ingin disampaikan, ‘semua bisa jadi pahlawan’.
Menurut Chand Parwez, semangat kepahlawanan ini sejalan dengan ajaran agama Islam untuk berbuat sesuatu ketika melihat kejahatan dan ketidakadilan. Mulai dari melakukan tindakan sesuai dengan kapasitas dan kuasa yang dimiliki, menasehati dengan ucapan atau melawannya dengan hati lantaran sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi.
Ide mewujudkan film tentang pahlawan super yang ada di dalam bayangan Chand Parwez kawin setelah melakukan brainstorming dengan Atta Halilintar yang menyampaikan keinginan untuk membuat karya yang bisa menginspirasi anak-anak, remaja, dan keluarga Indonesia untuk lebih peduli pada sesama, peduli lingkungan, dan menyuburkan benih-benih kebangsaan.
"Muatan kearifan lokal adalah pendekatan penulisan skenario juga desain produksi di film ini. Bukan menghadirkan superhero seperti di film-film Hollywood yang menangani bukan hanya masalah di dunia tetapi hingga alam semesta bahkan multiverse,” tutur Chand Parwez.
“Karakter Zul sebagai Ashiap Man sangat biasa, dan bisa mewakili kita sekalian. Bukan karakter istimewa yang jauh dan sulit untuk diidentifikasikan ke diri kita. Agar dekat sebagai tontonan bareng-bareng keluarga, dan kental dengan dasar-dasar pendidikan ahlak,” jelasnya lagi.
Proses penggarapan film ini dilakukan pada masa pandemi dan melibatkan cukup banyak orang. Hal itu tentu ada tantangannya tersendiri. Film ini sempat break syuting lantaran mengikuti anjuran pemerintah karena pada saat itu jumlah kasus Covid-19 naik.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
