
Dewi Perssik. (Instagram: dewiperssik9)
JawaPos.com – Pedangdut Dewi Perssik geram dirinya disebut meninggal dunia oleh sejumlah akun media sosial. Tak tanggung, ada sekitar 16 akun yang secara bergantian menyebarkan informasi hoaks tersebut saat mereka melakukan siaran langsung (live) di media sosial.
Dalam aksinya itu, akun-akun tersebut menyampaikan narasi bahwa Dewi Perssik mengalami kecelakaan mobil hingga meninggal dunia. Kondisi mobil yang ditumpangi Depe disebut mengalami kerusakan cukup parah.
"Pas live mereka bilang, kemarin Depe kecelakaan mobilnya ringsek. Aku nggak tahu mereka dapat keuntungan apa," ujar Dewi Perssik.
Dewi Perssik heran dan kesal atas tindakan mereka. Ia pun mempertanyakan apa motif di balik penyebaran kabar hoaks tersebut.
Depe juga mengakui sempat diundang untuk masuk ke dalam siaran langsung mereka. Namun, bukannya mendapat tempat untuk menyampaikan klarifikasi, ia justru menjadi sasaran ejekan.
"Aku pernah di-invite sama mereka. Pas aku masuk malah dihina, masak ini Dewi Perssik? Mereka ketawain aku, ini kuntilanak kali, bukan Dewi Perssik," katanya.
Dia pun kesal dan kecewa merasa dipermainkan. Dewi Perssik sempat meluapkan kekesalannya dengan memperingatkan kepada para pelaku akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
"Aku bilang, ah ini mau ketemu aku di kantor polisi saking sebalnya. Tak lama setelah itu aku diblokir," ujar Depe.
Dewi Perssik mengungkapkan bahwa dirinya telah mengumpulkan bukti terkait aksi sejumlah akun media sosial tersebut. Ia merekam aktivitas live yang dilakukan oleh akun-akun tersebut sebagai langkah awal untuk membuat pelaporan polisi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
