
Dinda Kanya Dewi berperan sebagai Laras dalam film horor Sijjin & Illiyin. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Peran antagonis sudah melekat dalam diri Dinda Kanya Dewi. Di film horor terbarunya Sijjin & Illiyin, dia kembali mendapat kepercayaan yang sama memerankan tokoh Laras.
Meski Laras dibentuk sebagai karakter antagonis, namun dia juga memiliki latar belakang psikologis yang penuh luka. Dinda menyatakan bahwa ini merupakan proyek horor teremosional yang dimainkan sepanjang berkarir di dunia seni peran.
Laras kecil dibesarkan orang tua yang kejam, keras, dan pemarah. Pola didik itu nyatanya membuat Laras tumbuh sebagai pribadi yang jahat.
“Laras ini seseorang atau anak yang tumbuh dengan rasa kebencian dan juga amarah yang terus menerus. Dia dicuci otaknya sama ibu gila ini, makanya dia jadi agil, anak gila,” kata Dinda saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Bukan hanya terkuras secara emosi, film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu itu juga membuatnya harus mengeluarkan banyak tenaga. Sebab, Dinda dituntut untuk melakukan sejumlah adegan ekstrem ketika Laras mengalami kesurupan.
Berteriak histeris hingga akting mengamuk sembari kayang. Dan semua adegan tersebut dilakukannya sendiri tanpa bantuan pemeran pengganti.
“Ketika diminta nempel-nempel di dinding, kayang, kesurupan, teriak-teriak, ya sudah oke,” ucap Dinda.
Aktris 38 tahun itu mengaku tidak merasa terbebani dengan tuntutan-tuntutan tersebut karena sebelumnya sudah mempersiapkan diri. Sebab secara fisik, Dinda merasa punya ketahanan tubuh yang kuat untuk melakukan adegan-adegan itu.
“Kebetulan aku nge-gym terus seminggu tiga kali. Jadi, pas diminta aku langsung oke, aman! Karena aku punya otot perut yang kuat,” papar Dinda.
Sebelum memulai proses pengambilan gambar, dia juga lebih dulu melalukan latihan kecil seperti stretching.
“Kalau memang cukup banyak scene-scene action biasanya sebelum take aku stretching dulu karena aku tahu itu akan cukup panjang,” jelas Dinda.
Namun, Dinda menyatakan dari semua proses yang dilaluinya, berteriak adalah hal yang paling menguras energi.
“Kalau dibilang capek, semua capek banget. Tapi sebenarnya yang paling capek itu di suara karena teriak-teriakkan, langsung lemas tuh,” ungkap dia.
Meski begitu, Dinda mengaku sangat menikmati proses yang dilalui demi menjalani kehidupan sebagai Laras. Film Sijjin & Illiyin juga turut dibintangi Yunita Siregar, Kawai Labiba, Tara Budiman, Djenar Maesa Ayu, Sultan Hamonangan, dan lainnya. Rencananya, film yang ditulis oleh Lele Laila itu bakal tayang di bioskop Tanah Air mulai 17 Juli.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
