
The Hours of Silence (THoS) menunjukkan taringnya di belantika musik Tanah Air dengan meluncurkan album perdana bertajuk Late Bloomers. (Istimewa)
JawaPos.com–The Hours of Silence (THoS) kembali menunjukkan taringnya di belantika musik Tanah Air. Setelah tertunda tiga dekade, grup band yang beranggota Anda Perdana (gitaris), Yuka (vokal), Quiddo (drum), dan Rendi (bass), itu akhirnya meluncurkan album perdana mereka bertajuk Late Bloomers.
Karya tersebut sejatinya merupakan buah manis dari pengharapan mereka yang telah dinanti sejak lama. ”Album ini menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Kami ingin mewujudkan cita-cita yang dulu nggak kesampaian,” ucap Anda di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Late Bloomers berisi sepuluh lagu yang diciptakan dalam kurun waktu berbeda. Banyak fakta menarik yang terselubung di balik penggarapan album tersebut. Misal, dikerjakan dalam masa pandemi.
”Kami mulai rekaman 2021. Silence Remain yang pertama direkam. Setelah melewati perdebatan antara rilis single atau langsung album, akhirnya sepakat gas pol bikin album,” ucap Yuka.
Menurut dia, pengerjaan Late Bloomers justru malah menjadi healing. ”Lumayan jadi pengalih ketegangan di masa pandemi,” tambah Yuka.
Di album tersebut THoS menggandeng sejumlah kolabolator lintas generasi. Ada Endah Widiastuti (Endah n Rhesa), Stella Gareth (Scaller), Stephanys Adjie (Down For Life), Leonardo Ringi (Zeke and the Popo), Raissa Faranda (Boon Radar), dan Ami Yokoyama.
Silence Remain sebetulnya telah ada sejak para personel duduk di bangku SMA. Dan, ternyata lagu berdurasi tujuh menit itu sudah pernah direkam dalam format demo pada 1991.
”Nah, kalau lagu yang paling tua Across the Sky. Kamil tulis waktu latihan dan pertama kali dimainin juga pada 1990,” papar Yuka.
Dalam sesi screening session, THoS berhasil menghipnotis penonton menyaksikan keseluruhan lagu yang diputar. Dibuka dengan trek pertama berjudul Ordinary Commoners. Kemudian, dilanjutkan dengan Headlong Journey (Quarantine) yang bercerita tentang perjalanan manusia menjalani masa karantina.
Middle-Aged Man menjadi salah satu lagu THoS yang tak kalah menarik karena direkam saat live. Secara keseluruhan, lagu-lagu dalam album Late Bloomers sangat layak mendapat popularitas di era sekarang. Sebab, apiknya perkawinan antara lirik dengan konsep video klip yang dibuat. Ditambah dengan ciri khas suara Yuka yang sudah menjadi identitas THoS.
Nuansa rocker era 1990-an juga begitu kental terasa di dalam album Late Bloomers. ”Kami nggak tahu orang lain pada suka apa nggak, tapi yang penting ini lah yang kami suka,” harap THoS.
THoS terbentuk dari sekumpulan remaja di satu sekolah yang sama pada 1990. Kala itu, mereka sudah bermimpi untuk memiliki album penuh. Namun, baru terealisasi. Kendati demikian, Anda dan kawan-kawan sempat merilis mini album atau E.P yang membuat nama THoS melejit di masa itu.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
