Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 05.56 WIB

Netizen Bandingkan Adab Niken Salindry dengan Gus Miftah yang Sama-sama Berinteraksi dengan Pedagang Bakul Es

Gus Miftah. (TikTok: khoirunmuklis) - Image

Gus Miftah. (TikTok: khoirunmuklis)

JawaPos.com–Interaksi Gus Miftah dengan pedagang bakul es di sebuah acara pengajian di daerah Magelang, Jawa Tengah, menyita perhatian publik. Potongan videonya viral di media sosial.

Pasalnya, tokoh agama yang merupakan pimpinan salah satu pondok pesantren di Jogjakarta itu dianggap tidak punya adab baik. Sebab, melontarkan kata kasar ke pedagang bakul es yang menjajakan jualan ke jamaah pengajian.

Es tehmu masih banyak nggak? Ya sana jual gob*lok! Jual dulu, nanti kalau belum laku ya sudah, takdir,” demikian pernyataan Gus Miftah sambil tertawa dari atas panggung yang kemudian menuai kontroversi di kalangan warganet.

Netizen pun membandingkan adab Gus Miftah dengan penyanyi dangdut sekaligus sinden Niken Salindry yang sama-sama pernah berinteraksi dengan pedagang bakul es.

Dalam video beredar di media sosial, Niken Salindry yang berada di atas panggung di sela penampilan melihat pedagang bakul es. Niken pun memanggil pedagang es teh yang berada di tengah kerumunan para penonton.

Niken pun bertanya berapa total harga minuman yang dijual pedagang tersebut. Ternyata harganya senilai Rp 100 ribu. Niken pun membayar semua minuman itu dan kemudian mempersilakan para penonton mengambil minuman itu secara gratis.

”Semuanya boleh ambil itu (minuman) ya,” ucap Niken sambil mengambil uang Rp 100 ribu dan kemudian memberikannya ke pedagang bakul es.

Setelah menyerahkan uang di tangan ke pedagang es, Niken Salindry mengucapkan terima kasih. Tak hanya itu, Niken mendoakan supaya dagangannya laris terus dan senantiasa diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Netizen pun memberikan pujian ke Niken yang dianggap lebih memiliki adab dibandingkan dengan Gus Miftah.

Atitude-nya Iebih baik yang jual suara, daripada yang jual agama. Gus Miftah langsung tutup pondoknya,” kritik pedas salah satu netizen.

”Boikot si penjual agama, report account-nya. Dengan alasan hate speech (ujaran kebencian) jangan kasih panggung penjual agama macam si Miftah ini. Ogah saya sebut dia dengan title Gus. Ra pantes,” timpal yang lain.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore