Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 22.04 WIB

Fakta Baru! Dokter Yoo Ah In Mengakui Telah Mengeluarkan Resep Obat Tidur dengan Nama Palsu

Yoo Ah In masih menjalani peradilan karena menggunakan narkoba./ Allkpop - Image

Yoo Ah In masih menjalani peradilan karena menggunakan narkoba./ Allkpop

JawaPos.com - Dugaan penyalah gunaan obat terlarag oleh aktor Yoo Ah In kembali menemui fakta baru.

Belum lama ini, Dokter aktor Yoo Ah In, mengaku telah memberikan resep obat tidur atas nama ayah Yoo Ah In atas permintaan Yoo Ah In, dilansir dari Allkpop, Rabu (19/6)

Sebelumnya, pada tanggal 18 Juni 2024, Divisi Pidana ke-25 Pengadilan Distrik Pusat Seoul di Seocho-gu, Seoul mengadakan persidangan keenam untuk Yoo Ah In dan kenalannya, Choi. 
 
Yoo Ah In dan Choi didakwa dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Pengendalian Narkotika (zat psikotropika). Dokter utama Yoo Ah In, Hwang yang tidak hadir pada persidangan kelima sebagai saksi.
 
Hwang bersaksi bahwa sejak Agustus 2021, ia mengeluarkan total enam resep untuk Stilnox, obat pemicu tidur yang mengandung zolpidem, atas nama ayah Yoo Ah In tanpa pernah bertemu dengannya, semata-mata hanya berdasarkan permintaan Yoo Ah In. 
 
 
"Saya mengeluarkan resep atas nama ayah Yoo Ah In karena Yoo Ah In memintanya," ungkap Hwang.
 
"Pada saat itu, karena COVID-19 konsultasi tanpa tatap muka untuk sementara waktu diperbolehkan." 
 
"Yoo Ah In memberitahu saya, bahwa ayahnya mengonsumsi obat tidur tetapi tidak bisa pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan resep, jadi dia meminta saya untuk mengeluarkannya," jawab Hwang, ketika ditanya mengapa dia mengeluarkan resep tanpa konsultasi yang sebenarnya. 
 
Menurut Hwang, karena ini adalah konsultasi tanpa tatap muka, Yoo Ah In memberikan nomor ID ayahnya. 
 
Yoo Ah In juga memberikan alamat dimana resep harus dikirim, dan Hwang mengirimkannya melalui layanan antar cepat.
 
"Memang benar saya menggunakan layanan cepat. Pada saat itu, tidak hanya resep tetapi juga pengiriman obat itu sendiri melalui layanan cepat untuk sementara diperbolehkan." 
 
"Saat itu, ada berita bahwa petugas pemerintah mengantarkan obat ke rumah pasien COVID-19, jadi saya tidak berpikir panjang untuk mengirim resep melalui layanan cepat."
 
 
Namun, baik Yoo Ah In maupun ayahnya tidak mengidap COVID-19 pada saat itu. Namun demikian, Hwang mengirimkan resep melalui layanan cepat semata-mata atas permintaan Yoo Ah In. 
 
"Apakah Anda mengatakan bahwa mengirim resep melalui layanan cepat diperbolehkan, meskipun menghentikan obat tidur tidak akan membahayakan kesehatannya?" Hwang tidak memberikan tanggapan, ketika ditanya oleh jaksa penuntut.
 
Yoo Ah In didakwa tanpa penahanan pada bulan Oktober lalu atas tuduhan penggunaan propofol, mendapatkan obat tidur secara ilegal atas nama orang lain, penggunaan ganja, dan menginstruksikan penghancuran barang bukti. 
 
Choi menghadapi dakwaan penggunaan ganja, ancaman pembalasan di bawah Undang-Undang tentang Hukuman yang Diperberat untuk Kejahatan Tertentu, serta membantu dan bersekongkol dengan penjahat.
 
Menurut jaksa penuntut dari September 2020 hingga Maret 2022, Yoo Ah In terbiasa menggunakan propofol medis sebanyak 181 kali di rumah sakit di sekitar Seoul.
 
Secara ilegal, mendapatkan obat tidur dengan nama orang lain sebanyak 44 kali dari Mei 2021 hingga Agustus 2022. 
 
Polisi dan jaksa sebelumnya berusaha menangkap Yoo Ah In, namun pengadilan menolak surat perintah tersebut.
 
 
Dalam persidangan pertamanya pada bulan Desember lalu, Yoo Ah In hanya mengakui tuduhan penggunaan ganja. 
 
Menyangkal tuduhan menghasut penggunaan ganja, perusakan barang bukti, melanggar Undang-Undang Pengendalian Narkotika, dan melarikan diri ke luar negeri. 
 
Dia mengklaim, ada yang dilebih-lebihkan terkait tuduhan penggunaan narkoba lainnya, seperti yang dikutip dari Allkpop.
 
Mengenai tuduhan menginstruksikan YouTuber rambut Kim, untuk menggunakan ganja dan menghancurkan barang bukti. 
 
"Saya tidak merekomendasikan atau memberikan ganja kepadanya. Saya tidak pernah menginstruksikannya untuk menghapus pesan teks, dan pesan-pesan tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti dalam kasus kriminal." 
 
"Bahkan jika memang benar, menghapus bukti kriminal sendiri bukan merupakan penghancuran bukti. Saya dengan tegas menyangkal hal ini. Saya tidak pernah mengirim pesan teks ke Kim," jelas Yoo Ah In.
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore