
Ilustrasi kilang Pertamina. (Istimewa)
JawaPos.com - Kebutuhan bahan kimia khusus untuk kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi di Indonesia Timur menunjukkan peningkatan. Salah satu indikasinya terlihat dari pengiriman drilling fluid untuk kegiatan hulu migas di Tangguh LNG, Sorong, Papua Barat, yang mencapai 12.000 barel atau sekitar empat kali lipat dibandingkan pengiriman sebelumnya.
Drilling fluid tersebut berupa Smooth Fluid 05 (SF-05), material yang digunakan sebagai base fluid dalam lumpur pengeboran berbasis minyak atau Oil Base Mud (OBM). Sebelumnya, volume pengiriman produk tersebut berada di kisaran 3.000-5.000 barel.
Peningkatan kebutuhan ini menggambarkan besarnya kebutuhan material pendukung dalam kegiatan pengeboran, terutama ketika aktivitas eksplorasi dan produksi migas berlangsung di wilayah dengan tantangan operasional yang tinggi seperti Indonesia Timur.
Dalam proses pengeboran sumur migas, drilling fluid bukan sekadar cairan pembantu. Material ini memiliki sejumlah fungsi teknis yang berkaitan langsung dengan kelancaran dan pengendalian operasi pengeboran.
SF-05 digunakan sebagai base fluid untuk sistem OBM. Lumpur pengeboran yang dihasilkan membantu membawa serbuk hasil pengeboran atau cutting ke permukaan sehingga lubang sumur tetap dapat dibersihkan selama proses berlangsung.
Fluida pengeboran juga berfungsi mendinginkan dan melumasi mata bor serta rangkaian pipa atau kawat bor. Fungsi lainnya adalah membantu mengontrol tekanan formasi di dalam sumur dan membentuk lapisan tipis atau mud cake pada dinding lubang bor.
Kebutuhan terhadap material dengan fungsi tersebut menjadi bagian dari rantai pasok yang menopang kegiatan hulu migas. Ketika aktivitas pengeboran meningkat, kebutuhan terhadap bahan pendukung seperti drilling fluid ikut menjadi perhatian.
Pertamina Lubricants melihat peningkatan volume SF-05 yang dipasarkan ke Tangguh LNG sebagai salah satu indikator berkembangnya kebutuhan specialty chemical untuk sektor hulu migas di Indonesia Timur.
"Peningkatan volume SF-05 yang dipasarkan ke Tangguh LNG menjadi salah satu indikator berkembangnya kebutuhan specialty chemical yang berkualitas untuk kegiatan hulu migas di Indonesia Timur. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memperluas pemanfaatan produk dalam negeri sekaligus mempertemukan kapabilitas Pertamina dengan kebutuhan industri di kawasan tersebut," ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022