Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 18.51 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Diperkirakan Naik pada Oktober, Keekonomian Pertamax di Rp 18.350 per Liter

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan naik 5–11 persen pada Oktober, dihitung dari rata-rata pasar 25 Agustus–25 September 2026.

"Ya, tekanan naik masih ada. Harga Oktober dihitung dari rata-rata pasar 25 Agustus–25 September, dan pada periode itu harga bensin olahan di Singapura (MOPS) naik sekitar 14 persen," ucap Yayan, dikutip Senin (28/9).

Yayan memaparkan, rata-rata MOPS bensin naik dari USD 111,4 per barel pada jendela harga September, ke sekitar USD 126,7 per barel untuk jendela harga Oktober.

Sementara itu, rupiah menguat dari Rp 17.892 per dolar AS ke Rp 17.630 per dolar AS.

"Bila mengikuti formula, harga BBM nonsubsidi naik 5–11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp 18.350 per liter," ujar Yayan.

Adapun rincian perkiraan harga BBM nonsubsidi pada Oktober 2026, yakni Pertamax Green 95 diperkirakan naik dari Rp 19.150 per liter menjadi Rp 21.200 per liter; kemudian Pertamax Turbo diperkirakan naik dari Rp 19.600 per liter menjadi Rp 21.450 per liter.

Lebih lanjut, untuk BBM jenis solar, Dexlite diperkirakan naik dari Rp 23.700 per liter menjadi Rp 25 ribu per liter, serta Pertamina Dex diperkirakan naik dari Rp 25.200 per liter menjadi Rp 26.600 per liter.

"Yang sebaiknya dilakukan, untuk jangka pendek adalah umumkan harga beserta alasannya secara terbuka. Kenaikan kecil yang dapat diperkirakan lebih mudah diterima daripada kejutan," ucap Yayan.

Sementara itu, untuk jangka menengah, Yayan merekomendasikan penyesuaian harga lebih sering dengan langkah kecil agar tidak menumpuk menjadi lonjakan besar.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore