
ILUSTRASI: Sampah bisa jadi energi. (IST)
JawaPos.com - Teknologi Waste-to-Energy (WTE) menjadi salah satu opsi dalam pengembangan energi berkelanjutan sekaligus mendukung pengelolaan sampah. Namun, penerapannya membutuhkan kesiapan teknologi, ekosistem, dan sumber daya manusia.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Energy Week 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 22–23 September 2026 dengan tema “Energizing the Future”.
PT CCEPC Environment Protection and Energy Comprehensive Utilization Indonesia (CCEPC Indonesia) menjadi sponsor utama sekaligus terlibat dalam sejumlah agenda terkait teknologi energi, WTE, dan inovasi generasi muda.
Engineering Consultant CCEPC Indonesia, Daffa Khairi, mengatakan teknologi WTE yang telah diterapkan di berbagai negara perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Indonesia.
“CCEPC Indonesia hadir untuk berbagi pengalaman dari proyek-proyek yang telah kami jalankan secara global. Namun, pengalaman tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Daffa dalam diskusi Advanced Power Plant and Waste to Energy Technologies for Sustainable Energy Development.
Menurutnya, pengembangan teknologi juga perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan talenta lokal, termasuk dalam aspek engineering dan operasional proyek.
CCEPC Indonesia sendiri memiliki bidang usaha yang mencakup pemanfaatan energi bersih, pengolahan sampah, pengolahan gas buang, pengolahan air limbah, hingga pemulihan lingkungan.
Sementara itu, ESG & Business Sustainability Senior Specialist CCEPC Indonesia, Aie Natasha, menekankan bahwa pengembangan WTE tidak cukup hanya melihat sisi teknologi.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi juri dalam Waste-to-Energy Conversion Conceptual Design Competition yang diikuti 10 finalis dari berbagai institusi riset dan perguruan tinggi.
“Ketika sebuah teknologi masuk ke ekosistem yang sudah berjalan, tentu ada berbagai risiko dan perhitungan yang perlu diperhatikan. Kita perlu melihat bagaimana teknologi itu dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah ada dan seperti apa risiko implementasinya,” kata Aie.
Ia juga menilai kesiapan offtaker dan model pengembangan proyek perlu diperhitungkan sejak awal, terutama untuk teknologi yang masih relatif baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022