Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 05.54 WIB

PLTU Bolok Topang Kebutuhan Listrik Pulau Timor

PLTU Bolok berkapasitas 2x16,5 MW merupakan salah satu pembangkit yang menopang kebutuhan listrik di Pulau Timor. (ANTARA) - Image

PLTU Bolok berkapasitas 2x16,5 MW merupakan salah satu pembangkit yang menopang kebutuhan listrik di Pulau Timor. (ANTARA)

JawaPos.com - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan bahwa pasokan energi primer dan biomassa di PLTU Bolok, Kupang, NTT, dalam kondisi siap.

"Kami melakukan kunjungan kerja ke PLTU Bolok di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meninjau langsung kondisi operasional pembangkit serta kesiapan pasokan energi primer dan biomassa," kata ​​​​​​Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9).

Menurut dia, kunjungan kerjanya bersama Komite Nominasi dan Remunerasi (NR) PLN EPI tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan dewan komisaris sekaligus mendukung evaluasi atas pelaksanaan kebijakan strategis perusahaan dalam menjaga keandalan rantai pasok energi primer di NTT.

PLTU Bolok berkapasitas 2x16,5 MW merupakan salah satu pembangkit yang menopang kebutuhan listrik di Pulau Timor.

Pembangkit yang telah beroperasi sejak 2013 tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem kelistrikan NTT sekaligus mengurangi ketergantungan pembangkit terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris dan Komite NR PLN EPI memperoleh pemaparan mengenai kondisi operasional PLTU Bolok yang dikelola PT PLN Nusantara Power Services, termasuk kebutuhan dan kondisi pasokan energi primer, pengelolaan persediaan bahan bakar, hingga pemanfaatan biomassa untuk mendukung program co-firing.

Nikson menambahkan, kunjungan lapangan menjadi penting bagi dewan komisaris untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai implementasi kebijakan perusahaan, khususnya dalam memastikan pasokan energi primer dapat mendukung operasional pembangkit secara andal.

"Keandalan pembangkit tidak dapat dipisahkan dari kesiapan energi primernya. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari kesiapan pasokan, pengelolaan persediaan hingga pemanfaatan biomassa, sehingga dapat menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan kebijakan strategis perusahaan," katanya.

Menurut Nikson, karakteristik geografis Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari wilayah kepulauan membutuhkan pengelolaan rantai pasok energi primer yang adaptif.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore