Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 00.40 WIB

Indonesia Ajukan Kebijakan Clean Cooking di G20

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung (kanan) didampingi Kepala BPH Migas Erika Retnowati (kiri) memberikan keterangan saat peluncuran Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H di Kantor BPH Migas Jakarta, Senin (17/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung (kanan) didampingi Kepala BPH Migas Erika Retnowati (kiri) memberikan keterangan saat peluncuran Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H di Kantor BPH Migas Jakarta, Senin (17/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indonesia mendorong kebijakan clean cooking yang tidak seragam untuk seluruh negara dalam rapat G20 di Amerika Serikat (AS).

Dalam rapat tersebut, pemerintah Indonesia menilai pemilihan teknologi dan sumber energi untuk memasak harus disesuaikan dengan kondisi lokal, kemampuan masyarakat, serta prioritas pembangunan masing-masing negara.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan Indonesia menyambut baik pengakuan bahwa tidak ada satu solusi yang dapat diterapkan secara sama untuk seluruh negara dalam mewujudkan clean cooking.

"Indonesia menyambut baik pengakuan bahwa tidak ada kesamaan solusi untuk semua (negara) dalam clean cooking. Setiap negara harus dapat memilih teknologi yang mencerminkan kondisi lokal dan keterjangkauan. Kebijakan clean cooking harus tetap netral terhadap teknologi dan didukung oleh mekanisme pembiayaan yang mencerminkan prioritas nasional," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (17/9).

Yuliot mengatakan, kebijakan energi perlu mempertimbangkan keterjangkauan bagi masyarakat sekaligus memastikan akses terhadap energi.

Karena itu, pemerintah mendorong agar agenda transisi energi tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga memperhatikan ketahanan dan kebutuhan energi nasional.

Indonesia juga menilai pendekatan tersebut penting dalam agenda energi global yang dibahas negara-negara G20. Pemerintah mendorong agar transisi energi dan energi berkelanjutan tetap menjadi perhatian dalam pembahasan G20 ke depan.

"G20 harus mendorong pendekatan yang seimbang yang memajukan ketahanan energi, keterjangkauan, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh anggota untuk membangun masa depan energi global yang inklusif, berkelanjutan, dan aman," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore