Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 17.09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Meredanya Konflik AS dan Iran 

Sebuah kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz tiba di perairan teritorial Irak di lepas pantai Basra, Irak (Al-Jazeera) - Image

Sebuah kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz tiba di perairan teritorial Irak di lepas pantai Basra, Irak (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali turun pada perdagangan Selasa (28/7) ditengah meredanya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dilansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,29 poin atau 0,34 persen menjadi USD 85,07 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,01 poin atau 1,22 persen menjadi USD 81,62 per barel.

Dilansir Reuters, Presiden AS Donald Trump pada Senin (27/7) mengatakan bahwa negaranya tengah melakukan "pembicaraan yang baik" dengan Iran dan masih terbuka peluang tercapainya penyelesaian konflik. 

Meski begitu, Trump menegaskan serangan AS dapat kembali dilanjutkan apabila perundingan gagal. Iran juga menyampaikan peringatan serupa terkait kemungkinan aksi balasan. 

Analis IG Tony Sycamore mengatakan, untuk sementara waktu pasar menyambut positif peluang meredanya konflik sehingga tekanan terhadap harga minyak berkurang.

"Untuk saat ini, harapan adanya jalan keluar telah meredakan tekanan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran atas serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Namun, situasi tetap sangat dinamis," tulis Sycamore dalam catatannya, Selasa (28/7).

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri terpilih Yaman dari pemerintahan yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi, Afrah al-Zouba, mengatakan kelompok Houthi berupaya meniru kontrol Iran atas jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan memperluas pengaruhnya di Selat Bab el-Mandeb.

Analis Marex Edward Meir menilai kemampuan Houthi untuk memberlakukan blokade penuh masih diragukan, mengingat Arab Saudi diperkirakan akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut.

"Kendati demikian, tidak diragukan lagi bahwa lalu lintas kapal di Laut Merah dan Selat Hormuz telah turun secara signifikan," ujar Meir.

Menurutnya, salah satu alasan harga minyak tidak melonjak lebih tinggi adalah melemahnya permintaan,
terutama dari kawasan Asia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore