
ILUSTRASI. Kondisi listrik padam di Jalan Soebrantas Panam Pekanbaru, Jumat (22/5/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAUPOS.CO)
JawaPos.com - Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengingatkan pemerintah agar rencana ekspor listrik berbasis energi terbarukan ke Singapura tidak mengesampingkan kepentingan nasional. Menurutnya, kebutuhan listrik di dalam negeri harus tetap menjadi prioritas, sementara kerja sama internasional juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi Indonesia.
Ia menilai, ekspor listrik hijau dapat menjadi peluang strategis untuk meningkatkan devisa negara. Namun, kerja sama tersebut juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok energi bersih di kawasan.
"Yang akan diekspor adalah listrik dari energi terbarukan, yaitu tenaga surya. Peluang mendapatkan devisa dari penjualan listrik cukup besar karena harga yang diberikan pembeli dari Singapura relatif lebih tinggi. Ini menguntungkan Indonesia sekaligus menunjukkan kemampuan kita melakukan ekspor energi," kata Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Menurutnya, peluang ekspor listrik juga dapat menjadi pendorong lahirnya berbagai proyek energi terbarukan lainnya. Ia mencontohkan pengembangan pembangkit listrik panas bumi yang memiliki potensi untuk memenuhi pasar ekspor sekaligus memperkuat sektor energi nasional.
Legislator Fraksi PAN itu menilai, berkembangnya proyek-proyek tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, termasuk membuka lapangan kerja ramah lingkungan (green jobs) dan mempercepat pertumbuhan industri hijau di Indonesia.
Meski mendukung rencana ekspor, Eddy menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan pasokan listrik nasional tetap aman. Ia mengingatkan agar ekspor tidak dilakukan jika kebutuhan energi masyarakat di dalam negeri belum terpenuhi secara optimal.
"Jangan sampai ekspor mendahului kebutuhan dalam negeri. Kita harus memastikan kebutuhan listrik nasional terpenuhi terlebih dahulu, baru kemudian menggenjot ekspor," tegasnya.
Selain menjaga ketahanan energi, Eddy juga menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah bagi industri nasional. Menurutnya, pengembangan proyek energi terbarukan harus dibarengi dengan penguatan kapasitas manufaktur dalam negeri agar tidak bergantung pada komponen impor.
Ia berharap, investasi di sektor energi bersih mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung di dalam negeri sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
